KUR dan Asuransi Angin Segar untuk Petani

  • Whatsapp
Petani tengah menggarap lahan pertaniannya.

Limapuluh Kota, NNews–Angin segar bagi petani di Kabupaten Limapuluh Kota, sebab nota kesepahaman dalam draft Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat perbankan  dan perusahaan  asuransi terbangun.  

“Alhamdulillah, jika benar informasi yang kita dengar dan bisa memudahkan kita sebagai petani, tentunya kita sangat bersyukur dengan adanya kemudahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan asuransi pertanian,”ucap Irwan, Alek dan Arif, bersamaan mendengar informasi angin segar tersebut, Rabu(28/8) sore.  
Petani berharap ada jaminan bagi mereka ketika memulai pertanian dan produktifitas terkedala akibat kondisi alam atau bencana, masih bisa mendapatkan asuransi. Begitu pula saat membutuhkan modal bertani akan lebih mudah.”Mudah-mudahan, nanti sesuai dengan yang kita harapkan,”ucap Alek.  

Bacaan Lainnya

Penandatangan nota kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan empat perbankan itu, Bank Nagari, BNI, BRI dan Bank Mandiri. Serta Asuransi petani dengan PT. Asuransi Jasindo.

“Terkait penyaluran Kridit Usaha Rakyat (KUR) dan asuransi program pertanian, peternakan dan perdagangan. Ditindak lanjuti Perjanjian kerjasama perbankan dengan 12 wali nagari terkait KUR dan asuransi petani jagung,”ungkap Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi pada Penandatangan MoU penyaluran KUR dan asuransi petani  Kabupaten Limapuluh Kota, di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Selasa(27/8).

Sektor pertanian termasuk sektor primer memegang peranan penting dan dominan dalam memberikan sumbangan terhadap PDRB Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab mayoritas penduduk menggantungkan ekonomi pada pertanian, peternakan dan sebagian usaha perdagangan.

Di Limapuluh Kota produksi unggulan pertaniann masih didominasi tanaman padi sawah, Untuk tanaman palawija paling dominan produksi jagung dan ubi kayu. Sedangkan untuk tanaman hortikultura peningkatan produksi paling banyak pada beberapa komoditas buah-buahan dan sayuran seperti cabe, terong, buncis, ketimun, jeruk, rambutan, mangis dan pisang.

“Sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah tahun 2016-2021, salah satunya, meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui revitalisasi perekonomian dan reformasi kelembagaan berbasis masyarakat dengan pemmamfaatan potensi daerah”kata H.Irfendi Arbi.

Disebutkan Bupati, pada tahun 2019 perkiraan luas lahan areal tanam jagung sekitar 6.211 hektar yang tersebar di nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. Komoditas produksi jagung tahun 2017 tercatat sebayak 32.790,94 Ton dengan luas panen 5.410,00 hektar.

“Saat ini Kabupaten Limapuluh Kota setiap harinya butuh sebanyak kurang lebih 400 ton. Karena produksi jagung daerah tidak mencukupi, maka terpaksa kita datangkan dari daerah lain, seperti Pasaman Barat,”terang Irfendi dihadapan Kepala Otoritas Jasa Keuagan Provinsi Sumatera Barat, Darwisman serta pimpinan–pimpinan Perbankan dan Asuransi Jasindo, kemarin.(m)