Kabut Asap, Sekolah Belum Diliburkan

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Limapuluh Kota, NNews–Meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi disejumah daerah dan berdampak ke Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, kian merebak. Namun kebijakan untuk meliburkan sekolah belum diambil sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak.

“Hingga saat ini kita belum ambil kebijakan untuk meliburkan sekolah. Sebab dinilai belum efektif membatasi anak-anak untuk tidak berada diluar ruangan selama berada dilingkungan keluarga,”ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Limapuluh Kota, Indrawati Munir saat dihubungi via telepon genggamnya Selasa(17/9) sore.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, Indrawati Munir menghimbau pihak sekolah untuk tidak membenarkan anak-anak didik melakukan aktivitas diluar ruangan. Menurut Kadisdik, mengontrol anak disekolah sepertinya bisa lebih mudah disekolah ketimbang ketika berada dirumah saat diliburkan.

“Kita terus akan memantau kondisi kabut asap, tentu kebijakan sifatnya situasional. Misalnya pada daerah yang benar dekat dengan dampak kabut asap seperti di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, bisa jadi akan diliburkan jika kondisi asap kian parah,” tambah Kadisdikbud, kemarin.

Sejumlah warga di Limapukuh Kota mengeluhkan kondisi asap yang kian tebal,”Asap makin pekat terlihat, mulai terasa perih dimata dan jarak pandang kian pendek,”ungkap Bambang Safari dan Aspon Dede warga yang merasa asap kian pekat sejak dua hari terakhir.

Sementara Pemerintah Kabupaten Limapukuh Kota melalui Dinas Kesehatan melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Begitu juga dengan sejumlah tokoh masyarakat dan para dermawan turut berpartisipasi membagikan masker hingga ke sekolah-sekolah.

Begitu juga dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Payakumbuh, Kepala Dinas menyebutkan kebijakan untuk meliburkan siswa akibat kabut asap bersifat situasional. Jika dinilai kian berbahaya, Disdikbud akan amvil kebijakan untuk meliburkan siswa.

“Kita lihat sampai saat ini, kondisi polusi asap memang cukup tinggi. Namun dalam dua hari terakhir ada perubahan-perubahan kondisi kepekatan asap. Kadang polusi menurun seperti hari ini, meski sebelumnya cukup pekat. Artinya kita akan ambil kebijakan situasional,”ucap Kadisdikbud Kota Payakumbuh, Agustion, Selasa malam.

Kendati begitu Kadisdikbud, sesuai surat edaran Walikota Payakumbuh terus menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan. Begitu juga dengan pelajar dan anak-anak sekolah. Pihak sekolah dihimbau agar membatasi aktifitas siswa diluar ruangan.”Jika ada masyarakat yang terdampak akibat terpapar kabut asap seperti gejala Ispa dan sebagainya segera datangi pihak medis seperti puskemas dan rumah sakit,”pungkas Agustion.

Terpisah sejumlah warga mulai berinisiatif mengajak untuk melakukan sholat Istisqo atau sholat minta hujan,”Sudah selayaknya kita sholat minta hujan. Sebab sudah beberpa hari belakangan tak turun hujan. Mudah-mudahan dengan turun hujan api kebakaran bisa padam dan asap tidak ada lagi,”ucap warga Limapuluh Kota, Budi Febriandi.(m)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia