Kayu Tumbang Tutup Jalan Sumbar-Riau Mushola Gudang Sayur Ambruk

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Limapuluh Kota, NNews– Angin kencang dan hujan lebat yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh di perbatasan kedua daerah sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu(8/9). Kondisi tersebut menyebabkan kayu tumbang dan menimpa sebuah mushola gudang sayur di perbatasan Kota Payakumbuh, persisnya sebelum jembatan Tanjuangpati dari arah Kota Payakumbuh.

“Pohon kayu tumbang, menimpa mushola kecil di gudang kami. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,”ungkap Toa Libra, pemilik gudang dan mushola usaha dagang sayur, Toa Libra kepada Nagari News, Minggu sore.

Bacaan Lainnya

Akibat tumbangnya kayu dalam hujan lebat tersebut, menyebabkan tertutupnya jalan raya negara Sumbar-Riau, selama beberapa jam. Namun BPBD Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) kedua daerah langsung turun membersihkan reruntuhan pohon tumbang.

“Pohon tumbang hampir saja menimpa mobil saya, beruntung hanya ranting nya saja. Saya sedang lewat jalur tersebut saat terjadi pohon tumbang,”ungkap Camat Harau, Andri Yasmen, kemarin malam.

Menurut Andri Yasmen, pohon tumbang menutup jalan dan menyebabkan kendaraan antri dari arah Riau menuju Sumbar atau sebaliknya. Petugas kepolisian berupaya mengurai kemacetan yang sempat terjadi hingga dua jam. Kendaraan bisa melewati dengan pola buka tutup jalan dari arah berlawanan.

“Memang sempat terjadi kemacetan, namun setelah dibersihkan kendaraan bisa lewat dengan pola buka tutup. Tetap terjadi antrian panjang hingga beberpa jam, sepertinya ada sekitar dua jam antrian terjadi,”ungkap Camat Harau, Andri Yasmen.

Camat Harau, Andri Yasmen menyebutkan, lokasi terjadinya kayu tumbang berada diperbatasan. Sebab di kawasan tersebut ada warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang tinggal dan memiliki kawasan. Satu sisi Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kota Payakumbuh dan disisi lainnya Jorong Simpang Tanjuangpati, Limapuluh Kota.

Musibah bencana kayu tumbang tersebut dibenarkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir saat dikonfirmasi via telepon genggamnya kemarin. Menurut Kalaksa BPBD, bencana yang terjadi di mana saja menjadi tanggung jawab bersama BPBD.

“Personel TRC BPBD dan Damkar kedua daerah Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota turun kelokasi bencana untuk melakukan upaya tanggap darurat. Sebab penanganan bencana tanpa mengenal batas wilayah administratif,”ucap Kalaksa BPBD menjawab lokasi benacana apakah berada di wilayah Kota Payakumbuh atau Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara Kalaksa BPBD Kota Payakjmbuh Yufnany away langsung memimpin tim BPBD dalam proses evakuasi penanggulangan dampak bencana hujan badai.

Evakuasi berupa penanggulangan dampak patahnya pohon pelindung yang mengganggu arus lalu lintas Sumbar – Riau, tepatnya di jalan Soedirman Tanjung Enau. Selain tim BPBD, ikut bergabung satdamkar, PLN dan dibantu satlantas Polsekta Payakumbuh.

Menggunakan chinsaw, tali sling, jenjang besi milik satdamkar, dan jenjang katrol gabungan tim reaksi cepat giat bajibaku ditengah hujan guna mengevakuasi patahan pohon dan bangunan yang masih dilengketi seng. Satlantas polsekta Payakumbuh menerapkan sistem buka tutup.

“Alhamdulillah, patahan pohon pelindung sudah kita evakuasi bersama tim gabungan dibantu warga. Terima kasih atas kerjasamanya. Kami harap masyarakat tetap ekstra hati-hati ditengah musim hujan dan badai yang selama ini terjadi di daerah kita. Kalau ada bencana mohon hubungi kami melalui tanggap bencana yang ada di setiap kelurahan. Kita siap bantu karena ini tupoksi kita,”sebut Yufnani Away didampingi Atrimon dan Denitral serta personil TRC.

Dampak hujan badai ini juga berdampak terhadap pohon pisang, nangka dan jagung petani di kelurahan OTS yang tampak tiarap di tanah. Begitu juga dengan warga yang merasa trauma karena tengah berada diladang.

Petani cab, Isral, warga Balaibatuang kepada media menyebutkan tanaman cabenya ikut rusak oleh hujan badai sore itu.”Lado wak kanai pulo dek hujan badai cako. Tiarap di buek nyo. Dihimpok lo dek kayu jo mangga karambia. Kini wak minta tolong ke TGB kelurahan untuk mangorek kayu joriang,”pungkasnya.

Jelang Magrib, pelaksanaan evakuasi dampak bencana hujan badai di kelurahan OTS diselesaikan tim BPBD kota Payakumbuh, termasuk penerangan warga pun mulai dihidupkan kembali oleh pihak PLN.(m)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia