Kondisi Udara Tak Sehat Diatas Baku Mutu

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Limapuluh Kota, NNews–Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Limapuluh Kota, dr Adel Nifiarman, Minggu(22/9) menyebutkan kondisi udara dalam status tidak sehat. Menurutnya PM10 berada di angka 268 ug/m3. Padahal batas toleransi untuk baku mutu standar udara sehat hanya diangka PM10 150 ug/m3.

Berdasarkan pengukuran PM10 kemarin, pukul 10 WIB di GAW Bukit Kototabang menunjukkan, angka 221 mikrogram/m3. Nilai tersebut berada di atas baku mutu PM10 yaitu 150 ug/m3.

Bacaan Lainnya

Parameter Aerosol Optical Depth (AOD) masih menunjukkan nilainya lebih besar dari 1.6 yang berarti kondisi udara terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran.

“Dari informasi Global Atmosphere Watch (GAW) Kototabang, dari pantauan model satelit kondisi paling pekat pada wilayah perbukitan ke arah timur Sumbar seperti Padang Panjang, Bukittinggi hingga Sawahlunto dan Payakumbuh termasuk Limapuluh Kota,”ucap dr Adel Noviarman, kemarin.

Ditambah dr Adel Asap terpantau merata di seluruh Sumbar. Bahkan angin secara umum mengarah dari arah tenggara di mana masih banyak terlihat hotspot pada wilayah tenggara dan timur di luar Sumbar tersebut.”Pukul 13.00 WIB, partikel matter (PM)10 tercatat diangka 269 ug/m3, jauh diatas baku mutu,”tambah Adel Noviarman.      

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi. Menurutnya kondisi kualitas udara yang buruk ini, sudah dapat dijadikan pertimbangan langkah antisipasi kepada pihak-pihak terkait.

“Kita tentunya hanya berhak menentukan kualitas udara saat ini. Sementara untuk tindakan selanjutnya hingga menetapkan Kondisi Luar Biasa (KLB) tentunya kewenangan BPBD dan Pemko Payakumbuh secara umum. Kita bersama BPBD dan Sekdako akan melakukan pertemuan besok (hari ini, red),”ucap Dafrul Pasi, Minggu malam.(m)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia