Kotoran Sapi Teryata Emas Hitam

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tanah Datar, Nnews-– Wali Nagari Tajung Haro Sikabu kabu Padang Pajang Maskar M dt Pabo berseta BumNag pada sabtu siang 7sep2019 berkujung kepertenakan sapi Tajung Abadi guna untuk belajar pengembagan sapi yang bakal diterapkan di Nagari.

Sukses menjadi peternak sapi, pria yang akrab disapa Nas Malin (50) adalah pemilik peternakan Tanjung Abadi. Usaha peternakan sapinya berlokasi di Tanjunglurah, Salimpauang, Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Bacaan Lainnya

Sebelum sukses bisnis sapi, bapak 5 orang anak Nas Malin sudah merasakan kesuksesan dari dunia pertanian saat menjadi petani cabe.
Berkat kesuksesannya bertanam cabe tersebut, ia bisa membeli tanah 25m x25m. Tak berselang lama sesudah itu kebun cabe Malin diserang hama penyakit.

Sumber Foto : Nagari News

Kemudian memutuskan untuk beralih profesi menjadi peternak sapi
Malin memulai dengan dunia peternakan tak langsung dengan memelihara sapi “melainkan dengan menanam lahannya dengan rumput dan membuat kandang kapasitas 15 ekor sapi.

Modal yang ia miliki dari hasil penjualan cabe pun habis untuk kebutuhan membuat kadang. Malin kemudian memelihara 2 ekor sapi milik seorang guru MTSn payakumbuh dengan sistem bagi hasil.  Keuntungan mulai bisa dirasakan Malin dan semakin lama ternaknya semakin berkembang untuk sekarang saja sapinya sudah berjumlah 65 ekor degan pakan pementasi jerami dan 1 orang pekerja.

Sumber Foto : Nagari News

Sabtu 7/09/2019 waktu ditemui pewarta Nnews Nas Malin diperternakannya mengatakan semenjak sapinya berjumlah 15 ekor, saya mulai membuat pupuk kompos dan pupuk cair “air urin sapi awalnya hanya untuk kebuhtuhan sendiri. Akhirnya banyak orang yang kepingin untuk membelinya, 1kg kompos saya jual Rp 1000. Hebatnya lagi pupuk kompos dan pupuk cair telah berhasil lolos uji laboratorium pertanian

Nas Malin bisa mendapatkan penghasilan ganda. Bukan hanya dari penjualan sapi, melainkan juga dari penjualan pupuk kompos racikannya.

Kesuksesan yang telah diraih Malin membuatnya menjadi sosok penting di daerahnya. Di samping sibuk budidaya sapi dipeternakannya,  Malin sering  menerima kunjungan daerah lain untuk studi banding.

Malin yang tak menempuh pendidikan tinggi di bidang peternakan, hanya tamatan MTSn payakumbuh, sambil bercanda ia mengatakan S2 “SD dan SMP”. kini justru menjadi  guru dan dosen  bagi para peternak pemula, memang terlihat beberapa orang mahasiswa UNAND Payakumbuh dipertenakan yang lagi belajar.(mg)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia