Puisi Bercerita Tentang “kamar”

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

KAMAR

Oleh : @rohmantik

Kalau aku bercerita tentang kamar: sebuah tempat
yang memberi inspirasi persoalan hidup tentu kau
menggelengkan kepala, karena kau memang kurang
sepakat dengan apa yang kuinginkan, hidup mengalir
meski batu-batu runcing menjilati pasangan telapak

Bacaan Lainnya

Meski telah kita gandeng janji namun perbedaan
tetap saja menumbuhkan bunga asing di dalam jiwa

Kalau kau tetap meminta cerita dari negeri asing
aku akan selalu menolak untuk memaparkan
Kutahu pasti, hidup yang kita layari tak sebatas
keraguan matahari yang malu-malu seperti dongeng
kanak-kanak yang telah menanamkan kerinduan tak
terduga, hingga mesjid di kota seribu satu malam
membuahkan tanya sepanjang masa

Apa yang telah kautanam dalam diri? Tak secuil pun!
Kecuali mimpi yang buyar ditelan subuh, kelengangan
menjadi api, bakar-membakar keadaan!

Kalau di antara kita tetap berbeda menerjemahkan harap
negeri ini akan tetap terbengkalai dan di setiap sudut
kota akan berseliweran perempuan-harap mengacungkan
senyum dengan dada sedikit terbuka, menggoda

Akankah kita tunggu malam menjelmakan malaikat
agar senyumnya mampu mencicipi embun pagi hari
belai-membelai dada terbengkalai ke arah yang tak tentu
rimbanya..

Bukankah kita sering lupa di mana labuhnya kegelisahan?
Bahkan pada diri sendiri pun kita sering terlambat minta
maaf, tentang keasingan yang kita pupuk waktu demi waktu
mengisi hati yang tak tentram di dasar jiwa, serta menyisakan
bau perempuan yang tak pernah tau di mana kamarnya?
Tapi kita kian asik saja meniup balon-balon nasib
yang mudah terbang, atau bisa saja meledak di udara

Jadi, baiknya siasati lagi deru nafas kota atau desa tertinggal
yang melautkan kesengsaraan kepedihan dinding-dinding dada

Dari perjalanan kita temukan kamar-kamar sejarah, tercatat
mau pun tidak, terserah.. mau dibawa kemana diri, berlari
atau menyongsong angin yang tak berhaluan?
Kalau kita mengelak, rumput-rumput di tanah basah membekaskan
perih di kamar-kamar jiwa, sebuah suara lengking meneriakkan
kemerdekaan, kemudian berganti dengan jerit penjajahan:

Ilustrasi : perih di kamar-kamar jiwa

Ow, jauh… di manakah tujuan?

Bukankah kepastian telah kita tafsirkan semena-mena, sehingga
beberapa data yang disusun sesengaja mungkin tak mampu mengisi
perjalanan bulan, hanya jam yang bertanya pada waktu, sia-sia!
ow… di manakan nasib, di manakah hidup, di manakah kamar
tempat segalanya berpadu dalam irama lagu yang kaudendangkan
setiap menit waktu?

Nyata kiranya, kehidupan bukanlah nafas sekedar!

Hari ini masih ingin kuceritakan tentang kamar, karena sangat
rindunya aku mengabarkannya padamu, tentang kepastian nasib
yang terkeranda, tentang tafsiran hidup yangt tersisa, tentang
keasingan yang selalu mendera, tentang sikap yang terpaksa,
atau tentang kita yang selalu tak sama dalam menyiasati hidup
untuk bermakam di kamar yang mana?

@rohmantik

Pameran karya sastra dan kesenian di Aceh dalam peringatan 9 tahun tsunami.

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia