Dua Hari Ibu Muda dan Dua Balita Terlantar di SPBU Piladang, Diselamatkan Wabup Limapuluh Kota

  • Whatsapp
Terlantar : Ibu dan dua orang anaknya yang masih balita terlantar sejak dua hari lalu di SPBU Piladang, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Limapuluh Kota, NNews–Ibu muda bernama, Novita Sari Warubu, berusia 20 tahun bersama dua anaknya yang masih balita, mengaku terlantar di SPBU Piladang sejak dua hari terakhir. Sehingga menjadi perhatian Wakil Bupati Limapuluh Kota untuk diselamatkan dan dibawa ke Rumah Dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin(25/5) malam.

Ibu muda yang mengaku warga Nias, Sumateta Utara tersebut beserta dua anaknya yang berusia 18 bulan dan 3 tahun itu, hanya tidur beralaskan tikar di parkiran SPBU milik pengusaha, Eki Anas tersebut.

Bacaan Lainnya

Keberadaan ibu muda ini di SPBU, berdasarkan informasinya kepada Wakil Bupati dan masyarakat setempat, akibat ditinggal suami dan juga diusir keluarga, karena berstatus Mualaf sejak Empat tahun lalu. Sehingga nasibnya menjadi terlunta-lunta di Sumatera Barat.

“Begitu informasi yang bisa kita ambil dari ibu muda ini. Memiliki dua anak dari suami pertamanya yang sudah meninggal dunia, kemudian ibu muda ini menikah lagi. Namun sayang akibat kondisi ekonomi keluarga yang sulit, akhirnya suami kedua tersebut meninggalkannya di Kota Solok, Sumatera Barat,”begitu pengakuannya, kisah Wabup Ferizal Ridwan kepada pewarta.

Begitulah pengakuan perempuan muda kelagiran Nias yang beralamat di Sayur Matinggi, Desa Sayur Matinggi Kabupaten Sidempuan, Sumatera Utara ini menceritakan kisahnya. Setelah ditinggal suami keduanya yang bernama Afner Nainggolan itulah, dirinya takut untuk kembali pulang kekampung, sebab sudah pindah agama dan tak diterima lagi oleh keluarganya.

Kepada aparat Polsek Akabiluru dan Wakil Bupati Limapuluh Kita, Ibu muda ini menceritakan awal berangkat dari Sidempuan bersama suami, mertua laki laki dan Dua orang anaknya dengan tujuan Sungai Kunyit Kabupaten Solok untuk dijanjikan pekerjaan oleh teman mertuanya.

Setelah Satu pekan betada di Sungai Kunyit, namun pekerjaan tak kunjung ada. Sehingga bertengkar dengan suaminya, hingga ditinggalkan begitu saja. Kemudian si Solok dirinya diantar oleh personil Polres Solok ke terminal Bukittinggi. Namun perempuan bersama dua orang anak ini, tidak mau kembali ke Sidempuan.

Sehingga menumpang angkutan umum ke Payakumbuh, kemudian diturunkan di SPBU PT. Kota Baru Cahaya Utama, dan menumpang istirahat di SPBU sejak dua hari lalu.

“Setelah kami sempat menemui, dan mengorek informasi, yang bersangkutan tidak punya dokumen kependudukan. Sehingga kita bawa ke Mapolsek Akabiluru Polres Payakumbuh, untuk di minta keterangan status dan kronologis serta keberadaanya,”ucap Wabup yang disapa Buya ini.

Wabup bersama Camat Akabiluru, Khris La Deva, Wali Nagari Koto Tangah Batu Hampar, Kepala jorong Piladang dan Kepala Jorong Koto baru, serta pemilik usaha SPBU, Eki Anas, berupaya untuk menelusuri keberadaan dan kebenaran informasinya.

,”Kondisi saat ini, kita tampung di Rumah dinas wakil bupati untuk sementara waktu 3 sampai 7 hari kedepan, disamping kita menelusuri ke berbagai pihak, termasuk ke pemda Sidempuan, khusnya tentang kepastian status kependudukan, hingga kebenaran status Mualaf nya.”terang Buya.

Jika sampai 7 hari tidak ada informasi, atau pihak yang bertanggungjawab, kita akan menfasilitasi untuk dicarikan Bapak Angkat atau keluarga yang bisa menampungnya. Itu dilakukan sesuai aturan OT atau orang terlantar melalui Dinas Sosial, atau dipulangkan ke kampung halamannya.

Bagi pihak keluarga atau yang berkaitan dan mengetahui kejelasan informasi terkait ibu muda ini, silahkan hubungi nomor 085216661920.”Semoga urusan ini segera dapat dituntaskan dan perempuan ibu dua anak ini dapat tempat yang layak. Semoga pula ini tidak, semacam modus. Kita tetap memgedepankan rasa dan empati kemanusiaan, tanpa memgabaikan sikap kehati hatian,”pungkas Buya.(nn)