Nagari Mulai Longgarkan Akses Keluar Masuk dengan Protokol Kesehatan Tinggi

  • Whatsapp
Longgarkan: Pembatasan akses keluar masuk nagari dilonggarkan, warga dan relawan membuka pembatas akses jalan masuk nagari, Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Jumat(29/5). Foto/ Gindo Nan Hitam

Limapuluh Kota, nagari-news.com–
Akses keluar masuk nagari mulai dilonggarkan, hal itu terlihat di Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak. Pelonggaran akses keluar masuk nagari tersebut dilakukan untuk kesiapan masyarakat menghadapi New Normal sesuai pernyataan Bupati Limapuluh Kota seperti direllis, Diskominfo, Jumat(29/5).

Bacaan Lainnya

Pelonggaran pembatasan akses keluar masuk nagari ini dilakukan menyusul persiapan masyarakat menuju New Normal dengan masyarakat yang kembali produktif dalam aktifitas ekonomi.

“Kendati demikian, protokol kesehatan tinggi tetap diterapkan agar tidak beresiko terjadinya penularan antar warga masyarakat,”ucap Sekretaris Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Herry Wanda, Sabtu(30/5).

Sebelumnua, Diskominfo Kabupaten Limapuluh Kota melalui rellisnya menyatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Bupati Walikota se-Sumatera Barat mengenai perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Kamis, (28/5) lalu.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno didampingi Wakil Gubernur, Nasrul Abit dan Forkompimda Provinsi Sumatera Barat akhirnya memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat kecuali Kota Bukittinggi sampai dengan tanggal 7 Juni 2020.

Sementara, Bupati Limapuluh Kota menyatakan bahwa “PSBB tahap II sudah berakhir, dan akan kita evaluasi sekaligus merancang penerapan program PSBB tahap III. Dalam PSBB tahap III ini, kita menargetkan seluruh masyarakat sudah produktif kembali dengan standar protokol kesehatan Covid-19” ucap Irfendi Arbi, Kamis(28/5).

Untuk menerapkan PSBB tahap III perlu dilakukan persiapan dan pelaksanaan tahapan-tahapan menuju New Normal dengan mengurangi pembatasan, dimana teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing kepala daerah Kabupaten dan Kota sesuai dengan regulasi yang ada.

Irfendi menjelaskan bahwa Pemkab Lima Puluh Kota tetap melaksanakan PSBB sesuai aturan dan instruksi yang diberikan oleh Pemerintah pusat dan Pemprov Sumbar.

“Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan mengikuti instruksi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selama PSBB tahap III kita akan melakukan persiapan penerapan menuju New Normal pada tanggal 8 Juni 2020 mendatang,” tutup Irfendi Arbi.(nn)