Kayu Kolek pulih; sehari semalam di Kayu Kolek

  • Whatsapp
Limapuluh Kota, NNews— Dua hari ke belakang, para pemuda di jorong Sikabu-Kabu kanagarian Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang tampak agak sibuk di Kayu Kolek. Tidak hanya pemuda jorong Sikabu-kabu, dari jorong Bukik Kanduang, Tanjung Haro juga tampak terlibat.

Mereka tampak sedang menyusun beberapa level untuk dijadikan sebentuk panggung. Di belakangnya, tampak begitu jelas puncak gunung Bungsu yang begitu erotis. Seperti puting payudara yang menyembul dari awan yang berarak di pinggangnya. Sementara di kiri, kanan, dan depannya di kapling menjadi tempat untuk berpuluh-puluh tenda.

“ya, setelah pemerintah menyatakan tidak adanya penambahan kasus positif di kota Payakumbuh dan juga Kab. Lima Puluh Kota dalam dua minggu terakhir. Juga sekaligus menyampaikan kabar baik terkait sembuhnya semua pasien yang teridentifikasi positif. Maka, Luak Lima Puluh secara automatis dinyatakan sebagai zona hijau penyebaran Covid 19. Karena itu, kami hendak merecovery situasi ini dengan sebuah kegiatan,” begitu Irwan BL selaku ketua pelaksana memulai obrolan.

Bacaan Lainnya

Di tempat terpisah, Zulham selaku ketua IPJS (Ikatan Pemuda Jorong Sikabu-Kabu) membenarkan apa yang di sampaikan Irwan. Sekaligus menambahkan, “bahwa kami ingin merespon kebijakan kesehatan “new normal” yang baru-baru ini disampaikan oleh pemerintah pusat. Yaitu dengan melonggarkan kegiatan-kegiatan di ruang publik, namun tentu tetap mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Berupa menggunakan masker, faceshield, handsanitizer, rajin mencuci tangan, dan lain sebagainya.”

Mereka, yang menamakan diri dengan Trip Kayu Kolek itu akan melaksanakan kegiatan berupa camping asik yang dibungkus dengan kegiatan-kegiatan pertunjukan kesenian, layar tancap, trekking, ngopi di Sarasah basah. Kegiatan itupun diberi tajuk Kayu Kolek Pulih; sehari semalam di Kayu Kolek. Harapannya, kegiatan ini menjadi sebuah upaya untuk memulihkan beban pandemi yang berdampak tidak hanya secara ekonomi, melainkan juga secara psikologi.

Setelah mendapatkan izin dari pihak pemerintah nagari, sesegera mungkin mengajak kelompok sadar wisata yang bertugas untuk Kayu Kolek untuk berdiskusi. Gayung bersambut, tawaran kegiatan “kayu Kolek Pulih” ini pun disambut baik. Dan kegiatan tersebut disepakati dilaksanakan pada sabtu dan minggu, 27 dan 28 juni 2020, dengan ruang lingkup Luak Lima Puluh Kota.

Tak tanggung-tanggung, mengajak penyair-penyair di Luak Limo Puluah untuk membacakan puisi-puisi mereka di suasana senja Kayu Kolek. Juga, musisi-musisi muda Luak Lima Puluh untuk memperdengarkan karya-karya terbaru mereka. Pun, mengajak segenap para pencinta alam di Luak Lima Puluh untuk berjalan-jalan menembus hutan menuju Sarasah basah dengan segelas kopi. Mereka semua akan diajak untuk tinggal selama sehari semalam di Kayu Kolek.

Oleh : Keron

Pos terkait