Setelah Sadar, Wisata Mesti Digerakkan Bersama

  • Whatsapp

Limapuluh Kota,nagari-news.com–Miliki rintisan objek wisata alam Kayukolek, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak mesti mulai bergerak mewujudkan upaya kesejahteraan dari pengelolaan pariwisata. Sehingga mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk kepentingan bersama.

Itulah salah satu inti pembicaraan dalam diskusi ringan pemuda bersama tokoh masyarakat nagari, komunitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Perangkat Nagari, Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Sabtu(20/6) malam di Jorong Sikabu-kabu.

Bacaan Lainnya

“Setelah cukup lama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terbentuk dan tersusun, tentu tugasnya mengajak masyarakat agar sadar wisata. Artinya mampu memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dari sektor periwisata. Tidak hanya sampai sadar atau siuman saja, namun sudah harus mulai bergerak aktif menemukan peluang,”ungkap Yudilfan Habib Datuak Monti yang ikut berbagi saran dalam diskusi.

Pariwisata bisa menjadi sebuah industri, artinya bisa dikelola sesdemikian rupa secara profesional untuk mendatangkan profit. Peluang itulah yang harus dimanfaatkan anak nagari secara bersama. Sehingga tidak tergilas dan akhirnya bisa menjadi tuan rumah yang mampu menangkap setiap peluang.

Lantas, peluang seperti apakah yang harus dimanfaatkan, bagaimana memulai langkah strategis menjadi bahasan bersama. Tidak sampai disitu, aturan tegas untuk tetap menjaga nilai-nilai keagamaan, tatanan sosial dan budaya masyarakat harus disinergiskan agar selaras tanpa benturan.

“Sehingga, melalui aturan yang jelas, tegas dan konsisten itulah, pariwisata dan masyarakat menjadi saling isi. Bahkan mungkin menjadi nilai jual dan daya tarik sempurna untuk target kunjungan lokal, nasional maupun mancanegara,”ungkap Arfidel Ilham, penggiat jurnalistik yang ikut dalam diskusi tersebut.

Sementara itu, Pengurus Pokdarwis Kayukolek, Nofrizal, Arif Hamdan dan Irwan mengemukakan sejumlah potensi yang bisa dimanfaatkan. Sebelumnya Pokdarwis telah mendata sejumlah potensi yang seharusnya digarap untuk dimaksimalkan, tanpa harus berharap pada retribusi masuk semata.”Bahkan kita lebih setuju, jika retribusi tak perlu dipungut. Namun lebih pada upaya menyediakan pelayanan profesional yang tetap berorientasi profit bagi masyarakat,”ucap Nofrizal.

Maksudnya, setiap potensi yang diberikan kepada masyarakat untuk digarap dengan peran dan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, berpacu menyediakan fasilitas untuk penginapan, menjual paket wisata menarik yang kreatif sesuai dengan kearifan lokal.

“Sehingga semua masyarakat bisa merasakan dampak langsung pariwisata dengan peluang ekonomi kreatif sesuai tujuan yang ingin dicapai untuk kesejahteraan,”ucap Arif Hamdan yang juga berharap wisata Kayukolek, syariah berbudaya dan mandiri.

Artinya jualan pariwisata yang dikembangkan adalah, kekhasan daerah dengan latar belakang penduduk muslim bermata pencaharian petani, serta budaya dan tatanan sosialnya yang khas.”Bukan jualan hiburan, berbau maksiat dan hura-hura tak bermanfaat,”tegas Arif diamini para pemuda lainnya dan Barista Kopi Luli, Alex Madona yang turut hadir sebagai bentuk sinergis wisata dan ekonomi kreatif.

Ketua Pemuda Jorong Sikabu-kabu, Zulham juga merasa sangat setuju dengan arah diskusi terkait pola pengembangan objek wisata lokal nagari ini. Sebab menurutnya, masyarakat tak harus menjual jati diri demi pariwisata. Maksudnya, masyarakat tetap harus menjadi diri sendiri, namun tetap mampu manfaatkan peluang yang ada.

“Kita jadi diri sendiri, tawarkan produk wisata dengan kekhasan lokal, namun tetap proteksi nilai-nilai keagamaan, sosial budaya yang ada. Justru ini akan menjadi daya tarik plus bagi objek wisata kita,”saran Ketua Ikatan Pemuda Jorong Sikabu-kabu (IPJS) yang biasa disapa Juju ini.

Diakhir diskusi, Sekretaris Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Herry Wanda menyimpulkan, pariwisata perlu digerakkan dengan langkah nyata. Sehingga kedepannya pemerintah nagari akan mensosialisasikan Peraturan Nagari (Perna) tentang pariwisata, kemudian mengajak profesional untuk ikut terlibat, serta menggali peluang yang dirasa mungkin untuk digarap masyarakat.

“Hal utama yang akan kita lakukan, menyusun item potensi yang ada, menrencanakan kemasan paket wisata dan mempromosikan via media sosial, selebaran dan pamflet paket-paket wisata yang mungkin dikembangkan. Target kita tentunya lebih banyak pengunjung, korporasi atau perusahaan-perusahan lokal, nasional dan mancanegara. Mungkin arahnya lebih pada wisata halal, wisata Hijau hingga etno tourism-nya,”pungkas Seknag yang biasa disapa Wanda ini dalam diskusi yang disponsori produk Kopi Luli ini.(nn)