Pulih, Kayukolek Gelar Camping Menggulai Kambing

  • Whatsapp
Foto : @daKojack

Limapuluh Kota, NNews–Sempat ditutup untuk kunjungan umum sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19, objek wisata nagari Panorama Kayukolek kembali pulih dan mulai menggelar iven untuk menarik minat pengunjung.

Jika tak ada aral melintang, Sabtu (25/7) anak-anak muda nagari, pecinta alam, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan para penggiat seni, bakal menggelar sebuah iven perpaduan hobi pencinta alam, seni pertunjukan dan tradisi. Kegiatan yang diberi nama “Camping Menggulai Kambing” itu, diyakini bakal mampu menarik kunjungan.

Bacaan Lainnya

Alam panorama Kayukolek yang khas dengan udara pegunungan yang dingin, aksesnya mudah dijangkau, pemandanganya indah, pesona alam yang dimiliki Kayukolek, bakal jadi magnet utama.

“Keterlibatan para seniman, pecinta alam dan anak-anak muda serta kekhasan Menggulai Kambing bakal hadirkan pesona unik Kayukolek,”ucap Ketua Pelaksana, Muhammad Reflin Azwar bersama Ketua Panitia, Aulia Qisti Elfan Habib, Minggu(19/7) sore.

Kecintaan beraktifitas dialam bebas, menjadi hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Tidak hanya kalangan muda, orang dewasa yang telah berkeluarga dengan hobi menikmati alam, bakal menjadikan moment semalam di Kayukolek ini untuk mengenalkan alam pada anak-anak.

“Camping di alam terbuka, dengan suasana pegungunungan Sago, namun mudah diakses. Bermalam ditenda, api unggun, pertunjukan seni dan menikmati khas gulai kambing, kita kemas sebaik mungkin. Sehingga tidak hanya anak muda, keluarga pecinta alam dan pemula juga bisa ambil bagian dalam kegiatan ini nantinya,”ucap Muhammad Reflin Azwar, Aulia Qisti dan Rahmad Arief, yang berharap kegiatan mereka bisa dinikmati peserta.

Para penggiat seni penyair nasional sekelas Iyut Fitra, Irmansyah dan Adri Sandra, juga bakal hadir dalam kesempatan tersebut. Selain itu juga akan ada music performance Happy Together, Digothal, Saxopoem, Bigau hingga Pantomin Zam Mine serta kegiatan menarik lainnya.

Penggiat seni yang juga aktifis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib Datuak Monti, juga apresiasi kegiatan yang akan digelar di Kayukolek. “Namun tentunya harus memperhatikan instruksi pemerintah untuk tetap melaksanakan kegiatan sesuai protok kesehatan dimasa Pandemi Covid-19,”ucap Yudilfan Habib.

Menurut Habib Datuak Monti, Menggulai Kambing adalah sebuah khas sebuah prosesi yang melekat erat dengan masyarakat, terutama Minangkabau. Bagaimana menyembelih Kambing secara islami, tata cara mengolah daging hingga menyiapkan bumbu dan memasak gulai kambing, sudah menjadi bagian identitas masyarakat Luak Limopuluah.

“Hal ini tentunya sangat menarik untuk bisa diketahui, dilestarikan dan dipelajari bersama, tak ubahnya dengan kuliner khas Randang Minangkabau yang mendunia itu,”ucap Datuak Monti.(nn)