Janjikan Diterima Bintara Polri, Polwan Gadungan Raup Ratusan Juta

  • Whatsapp

Kakak Ipar Ikut Tertipu

Payakumbuh, kecekdata.com–Polres Payakumbuh, ungkap penipuan bermodus penerimaan Bintara Polri. Tersangka mengaku Polisi Wanita (Polwan) berpangkat AKBP bertugas di Polda Metro Jaya. Ratusan juta berhasil diraup dalam tindak kriminal dugaan penipuan tersebut.

Ironis sekali, sebab diantara korbanya ada yang masih kerabat dekat tersangka dengan kerugian mencapai Rp 42 juta. A Wahid, 43, salah satunya yang menjadi korban. Warga yang juga Kepala Jorong Bukik Kanduang, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak ini, berniat mewujudkan cita-cita anaknya, Alfitra, menjadi anggota Polri.

Bacaan Lainnya

Tentu saja dengan harapan besar yang disuguhkan tersangka, menjadi tawaran menggiurkan bagi korban. A Wahid, Sama sekali tidak menduga akan menjadi korban. Sebab berdasarkan cerita tersangka, sudah ada warga yang berhasil dibantunya untuk bisa menjadi anggota Polri.

Lagipula, kata A Wahid, tersangka yang kini diamankan Polres Payakumbuh itu, merupakan adik iparnya setelah menikah dengan adik kandungnya. Ketika pernikahan yang digelar dikampung itulah, tersangka mewarkan jasanya untuk anak-anak yang berminat menjadi anggota polisi.

“Ketika itu, saya sebagai orang tua, tentunya sangat tertarik. Sebab ada kerabat dekat yang ingin membantu anak untuk ikut seleksi Polri dan berharap bisa diterima. Hanya saja memang dengan tawaran membayar sebesar Rp 40 juta sampai diterima,”sebut A Wahid.

Kasus dugaan penipuan tersebut dijelaskan Kapolres Kota Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan saat menggelar jumpa pers di Mapolres Payakumbuh, Rabu(26/8).

Berdasarkan laporan polisi sejumlah korban dibulan Agustus ini, tersangka diamankan jajaran Reserse Kriminal Polres Payakumbuh dengan data kerugian sebesar Rp 204 juta. Setelah berhasil mengamankan suami tersangka berinisial, S di Palembang, kemudian dilanjutkan dengan penangkapan tersangka berinisial, WS, 43 di Depok Jawa Barat pada 20 Agustus lalu.

“Korban di iming-imingi lolos seleksi Bintara Polri dengan membayar puluhan juta rupiah. Tiga orang korban merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota dan masih kerabat suami tersangka,”ucap Kapolres Dony.

Data kerugian korban dirinci Polres Payakumbuh, mulai dari, Derry Prasetyo, sebesar Rp 46, 5 juta dan Alfitra sebesar 42, 5 juta, kedua orang korban ini merupakan warga Jorong Bukikkanduang, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kavu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Limapukuh Kota yang masih kerabat suami tersangka.

Kemudian, Suci Wahyuni warga Kapalo Koto Ampangan, Kota Payakumbuh telah membayarkan uang sebesar Rp 70 juta. Sementara Adit, warga Muara Enim, Sumsel juga telah membayarkan uang sebesar Rp 45 juta.

Sejumlah uang muka di bayar di Jorong Bukikkanduang, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, sianya dicicil dengan cara ditransfer melalui sejumlah nama rekening Bank berbeda, termasuk suami tersangka.

” Tersangka menjanjikan korban terpilih dalam seleksi Bintara Polri di Sumsel tanpa seleksi formal dengan uang pelicin sebesar Rp 100 juta. Bahkan sebelum pengungkapan dilakukan, korban diminta datang ke Palembang dan menginap disalah satu hotel untuk menyaksikan keberangkatan anak yang lolos. Disaat itu tersangka kembali meminta tambahan uang dari korban lalu kabur,”terang AKBP Dony Setiawan.

Tersangka bersama sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Payakumbuh untuk proses hukim lebih lanjut.(mj)

Pos terkait