Sempat Seperti Normal, Positif Covid-19 Bertambah

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Limapuluh Kota KCekdata.com–Sempat seperti masa-masa normal, positif Covid-19 bertambah di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Dua kasus penambahan terkonfirmasi positif di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat, (21/8). Begitu juga di Kota Payakumbuh terjadi penambahan dan terancam menjadi zona Merah.

Bacaan Lainnya

MenurutJuru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ferry Chofa, pasien konfirmasi positif tersebut, MY, 66, seorang pria pensiunan PNS yang beralamat di Jorong Bandadalam, Nagari Situjuahbanda Dalam, Kecamatan, Situjuah Limo Nagari. Pekerjaan Pensiunan PNS.

“Warga ini, di swab karena akan menjalani tindakan operasi di RSUD Adnan WD Payakumbuh dan ternyata hasilnya positif Covid 19. Diduga terpapar dari keluarga yang pulang dari daerah terjangkit. Kemudian, YS, 47, warga Jorong Padang Parit Panjang, Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh,”terang Ferry Chofa.

Warga yang terkonfirmasi positif ini, sehari-sehari bekerja sebagai petani dan sehari-hari juga bekerja sebagai tenaga harian lepas kebersihan di Kota Payakumbuh yang diduga terpapar dari tempat kerja.

“Kedua pasien konfirmasi positif tersebut saat ini telah diisolasi dan menjalani karantina serta perawatan di RS Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi.

Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus juga telah terkonfirmasi positif warga Limapuluh Kota, KH, seorang perempuan beruisa 59 5ahin yang bekerja sebagai PNS Guru di SMA 3 Payakumbuh,”sebut Ferry Chofa.

Warga tersebut beralamat di Nagari Kototuo, Kecamatan Harau, diduga terpapar dari pekerjaan. saat ini menjalani isolasi atau karantina di Diklat Regional Kemendagri, Baso.

“Tercatat sebanyak 18 orang kasus konfirmasi positif, dengan catatan 15 orang dinyatakan sembuh dan 3 orang menjalani isolasi. Terhadap penambahan kasus diatas, sesuai standar dan prosedur berlaku Satgas Penanganan Covid 19 Kab. Limapuluh Kota telah melakukan tracing dan tracking kontak erat dan dekat.

Menyikapi perkembangan terbaru tersebut, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menyampaikan keprihatinan beliau dan mengimbau masyarakat dari seluruh elemen, tidak terkecuali ASN sendiri untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yang berlaku.

“Tetap pakai masker, jaga jarak, terapkan pola hidup sehat dan bersih, batasi dan hindari aktifitas berkerumun dimanapun dan kapanpun” imbau Irfendi Arbi, kemrin.

Sementara di Kota Payakumbuh, seperti direllis Humas Pemko Payakumbuh, kasus positif Covid-19 di Kota Payakumbuh, terus bergulir. Sabtu (22/8) pagi, FA, 26, pembantu atau tukang kebun Wakil Walikota Erwin Yunaz yang positif virus corona juga terkonfirmasi positif.

Kemudian,Sabtu sore harinya, MRH, anak berusia, 11 tahun, warga Padang Sikabu, Lamposi Tigo Nagori, yang terkonfirmasi positif Covid-19. Segingga total yang positif Covid-19 di Payakumbuh, sudah mencatat 13 orang.

Tambahan kasus positif Covid-19 itu, membuat Kota Randang ini, terancam zona merah virus corona deasase. Rencana sekolah tatap muka dimulai Senin (24/8), akhirnya menjadi buyar.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, merencanakan, bakal membuka Posko Covid-19 disetiap kecamatan. Kewajiban memakai masker bagi penduduk setempat tidak bisa ditawar. Tamu yang berasal dari daerah zona merah, masuk ke Payakumbuh, wajib menjalani test SWAB.

“Kita harus mengetatkan protokol kesehatan dalam menjalani aktifitas kehidupan di era new normal ini,” sebut Riza.

Karena itu, walikota sudah perintahkan Satpol PP Damkar bersama petugas TNI/Polri, untuk melakukan razia masker di jalan utama kota. Bagi yang tidak pakai masker, diperintahkan kembali ke rumahnya. Bisa jadi, gugus tugas akan memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak memakai masker itu, katanya.

Terhadap izin pesta pernikahan, dikatakan, bakal menjadi kajian serius Pemko Payakumbuh. Bahkan, izin baralek dan keramaian yang sebelumnya sudah diberikan kepada warga, akan kembali disetop.

“Demi keselamatan warga Payakumbuh, izin keramaian seperti itu, bisa jadi akan dipertimbangkan kembali. Banyak pihak mendorong pemko, agar tidak mengeluarkan izin baralek,” ungkap walikota.

Di tempat terpisah, Kadiskes Bakhrizal, menginformasikan, laki-laki 11 thn, terkonfirmasi positif itu, pelajar yang baru pindah bersama orang tuanya dari Baso, Agam, ke Padang Sikabu, Lamposi Tigo Nagori.

Secara umum, menurut Bakhrizal, kasus-kasus terbaru positif Covid-19 di Payakumbuh, terjadi karena kontak luar daerah. Ada yang kontak dengan tamu dari Aceh. Ada yang kontak dengan tamu dari Medan dan Jakarta. Ada juga dari Padang dan daerah lainnya di Sumbar.

“Kasus-kasus yang terjadi sekarang adalah dari klaster luar daerah. Ini terjadi karena budaya kita menghormati tamu. Kalau bertemu tamu itu, tak afdol jika tak bersalaman. Apalagi, kalau ibu-ibu, pasti cipaka-cipiki. Dan itu semua, berpotensi menularkan Covid-19,” jelas pak Bek, panggilan akrab kadiskes ini.(kc)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia