Berharap Petani tak Lagi Kesulitan Akses

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tak banyak yang mampu dan mau merogoh kantong pribadi untuk kepentingan umum dalam jumlah yang terbilang cukup besar. Namun tidak begitu bagi Zamhar Pasma Budi, tokoh yang memiliki nama akun media sosial Facebook Zamhar Syarkawi ini, buka dan rabat beton jalan Banja Laweh-Sungai Tanduak, Kecamatan Bukikbarisan sepanjang 600 meter dengan biaya pribadi dan semangat gotong royong.

kcekdata.com – Limapuluh Kota

Diawali dengan membuka jalan yang sudah buntu sejak dibuka melalui program pemerintah tahun 2019 lalu, Zamhar terpaksa harus mengerahkan alat berat kembali untuk mengulang pembersihan dan membukanya kembali.

Bacaan Lainnya

Kemudian bersama masyarakat, Zamhar mulai menyiapkan bahan untuk merabat beton badan jalan. Sebab jalan tanah dengan posisi mendaki, tak akan pernah bisa dilewati dan ditempuh warga menggunakan kendaraan, terutama saat musim hujan tiba.

Bukan siapa-siapa, Zamhar lebih suka disebut orang biasa saja, namun namanya cukup dikenal masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota, sebab kerap kali tokoh masyarakat yang bekerja di luar negeri ini, membantu masyarakat yang dinilainya membutuhkan.

“Saya hanya teringat pesan almarhum bapak yang selalu berpesan untuk menjadi orang bermanfaat bagi banyak orang. Bapak juga berpesan agar tidak mengambil kesempatan dari masyarakat untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” sebut pria yang bekerja di Inggris ini.

Jalan yang akan menjadi akses utama petani hingga ke Padang Longang tersebut, berhasil dirampungkan sepanjang 100 meter. Artinya pekerjaan lanjutan untuk rabat beton jalan sepanjang 500 meter lagi akan terus dilasanakan sampai tuntas bersama masyarakat.

Pria yang diketahui memiliki bisnis diluar negeri ini, mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan rabat beton jalan yang berstatus jalan pertanian Kabupaten Limapuluh Kota itu. “Biaya yang disiapkan sebesar Rp 200 juta, pokoknya sampai selesai. Sepertinya tidak akan lebih atau kurang terlalu banyak dari angka perkiraan itu,”tambah Zamhar.

Pria yang bekerja diluar negeri itu, tak seperti perantau kebanyakan, Zamhar terlihat lebih sering pulang kampung untuk memberikan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Membantu pembangunan Masjid, Mushola hingga meperbaiki jalan masyarakat dengan biaya dari kantong pribadi seperti menjadi hobinya.

Menurut Zamhar, banyak infrastruktur di Limapuluh Kota yang membutuhkan perhatian bersama. Terutama soal akses jalan yang buruk disejumlah nagari. Banyak warga yang mengkritisi, namun tak seberapa yang memberikan solusi.

“Kita berharap bisa memberikan sedikit kemampuan untuk kepentingan bersama, ketimbang mengkritisi tanpa solusi. Sebab anggaran yang minim di Limapuluh Kota atau alasan lainnya menjadikan seluruh kebutuhan infrastruktur belum bisa terpenuhi. Kita hanya ingin berkontribusi semampunya untuk kepentingan bersama lewat aksi ini,”pungkas Zamhar.(***)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia