Ketika Guru SMPN 1 Luak Berinovasi Siasasti Keterbatasan Jaringan dan Paket Internet

  • Whatsapp

Lewat Radio Edukasi yang Sudah Mengudara

Salah satu kendala utama masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini, adalah pola pembelajaran dalam jaringan (Daring) atau belajar Online. Tidak hanya soal ketersediaan jaringan internet di Limapuluh Kota yang belum merata, namun segala mulai dari ketersediaan ponsel pintar hingga kemampuan membeli paket jadi kendala utama.

Kcekdata.com — Limapuluh Kota

Mencari tempat yang bisa dijangkau jaringan internet hingga kepuncak bukit, mungkin sudah kerap kita lihat dimasa pembelajaran sekolah secara virtual. Anak-anak kesulitan, harus bisa menemukan tempat yang tepat untuk melaksanakan tugas sekolah sebagai beban belajar.

Bacaan Lainnya

Sepertinya tidak lagi mengasyikkan, belajar memang terasa sudah menjadi beban luar biasa. Bulan saja bagi anak-anak, orang tua mengeluh mulai dari mengisi paket hingga penggunaan ponsel yang berebut dengan anak yang sedang belajar. Belum lagi ketika tiga orang anak saling berebut mengerjakan tigas sekolah.

Tak sedikit, beban belajar dan tugas harus diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan guru untuk dikumpul.”Tugas sekolah cukup banyak, ponsel hanya satu. Anak harus ditinggal karena kita orang tua harus bekerja. Alhasil, jangankan tugas selesai, malah berujung pertengkengkaran dan saling ngambek antara adik kakak tak terelakkan,”begitu kisah, Suhardi ayah tiga orang anak di Kabupaten Limapuluh Kota.

Sudah menjadi kisah usang selama pandemi Covid-19. Sehingga butuh inovasi cerdas pemerintah dan tenaga pendidik untuk menyiasastinya. Salah satunya seperti yang digagas, SMPN 1 Luak, Kabupaten Limapuluh Kota dengan mendirikan sebuah stasiun radio edukasi.

Jajaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1, Kecamatan Luak meluncurkan Radio edukasi sekolah sebagai jembatan Informasi dan Komunikasi, dalam rangka Mewujudkan peserta didik yang edukatif dimasa pandemi Covid 19.

Kepala UPTD SMPN1 Kecamatan Luak, Harnieti dalam sambutannya pada Launching radio, di Aula SMPN 1 Luak, Nagari Sungai Kumuyang, (19/10) menyampaikan, Radio edukasi ini resmi mengudara pada frekuensi 107,5 FM dengan radius mencapai 15 Km.

Dimasa pandemi Covid 19, sekolah diminta untuk melakukan pembelajaran secara daring. Tentunya, untuk pembelajaran jarak jauh ini diperlukan sarana pendukung dan penunjang lainnya agar pembelajaran bisa dilaksanakan secara maksimal.

Sayangnya kata, Harnieti, sarana inilah yang saat ini terkadang menjadi kendala bagi murid dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Karena tidak semua nagari punya jaringan internet yang memadai. Belum lagi, orangtua siswa juga mesti menyiapkan kuota agar bisa mengakses internet.

“Inilah yang menjadi motivasi bagi kami berinisiatif membuat radio edukasi yang dapat menjangkau seluruh peserta didik SMPN 1 Luak,”terang Harieti, kemarin.

“Dengan demikin pembelajaran jarak jauh sampai kepada siswa dengan tetap menjaga interaksi antara guru dan anak murid,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Indrawati yang hadir dalam launching radio sekolah itu, mengapresiasi inovasi yang diciptakan jajaran sekolah SMPN1 Kecamatan Luak.

“Kita berharap keberadaan radio ini dapat menjawab tantangan pembelajaran jarak jauh yang menuntut semua pihak bersikap bijak dan inofatif,”ucap Kadisdik, Indrawati.

Semoga kehadiran radio ini, kata Indrawati, dapat menjadi alternatif solutif yang dapat mengakomodasi kegiatan, dan juga menjadi motivasi sekolah lain untuk lebih berkreasi dan berinovasi dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

“Kreatifitas dan inovasi menjadi kunci utama. Peran radio sangat membantu dalam memberikan edukasi yang efektif kepada anak anak didik,” sebutnya Indrawati mengapresiasi.

Muftil Wahyudi Camat Luak

Camat Luak, Muftil Wahyudi juga mengapresiasi inovasi SMP 1 Luak dalam menjawab tantangan pembelajaran jarak jauh yang dicanangkan pemerintah.

“Berikanlah program edukasi yang menarik dan baik kepada para siswa. Mudah-mudahan radio ini tetap eksis dalam memberikan pelajaran sekaligus hiburan untuk anak anak. Dan bagi para murid manfaatkanlah keberadaan radio ini sebaik-baiknya,”harap Camat Muftil Wahyudi.(*)

Pos terkait