Maret – April 2021 Warga Diminta Waspada La Nina

  • Whatsapp

Limapuluh Kota, kcekdata.com — Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), ingatkan daerah yang rawan banjir dan longsor sepanjang Maret hingga April mendatang. Limapuluh Kota menjadi salah satunya, sebab memiliki daerah rawan banjir dan longsor.

Hal itu diugkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Joni Amir melalui, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL), Rahmadinol melalui pesan WhatsApp, Sabtu(17/10). Sebab diperkirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan akan meningkat hingga 40 presen.

Bacaan Lainnya

Memiliki jumlah aliran sungai yang cukup rawan banjir dan daerah dilereng perbukitan yang rawan longsor, Kabupaten Limapuluh Kota harus lebih waspada untuk melakukan mitigasi kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“BMKG menyampaikan bahwa mulai Oktober 2020 sampai dengan, Maret dan April 2021, wilayah Indonesia mengalami La Nina, dimana curah hujan diperkirakan 40 persen lebih banyak,”ucap Kalaksa melalui Kabid KL, Rahmadinol.

Hujan tentunya rahmat sekalian alam dan harus disyukuri bersama. Namun daya dukung lingkungan yang sudah mengalami kerusakan bisa menimbulkan bencana, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif.

“Kita perlu melakukan susur sungai untuk mengidentifikasi potensi bencana seperti adanya bendungan alam, sumbatan-sumbatan sungai. Tingkatkan koordinasi dengan PUPR, Camat dan Walinagari jika ada potensi bencana untuk segera diantisipasi,”sebut Rahmadinol.

Selanjutnya BPBD juga akan melakukan upaya sosialisasi pada masyarakat yang tinggal di sepanjang alur sungai atau daerah rawan banjir. Mengenai upaya kesiapsiagaan masyarakat.

Sehingga dapat menyelamatkan masyarakat apabila bencana banjir, banjir bandang maupun tanah longsor terjadi.

“Pencegahan harus menjadi pilihan. Semua orang punya peran dalam penanggulangan bencana,”terang Rahmadinol meneruskan pesan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan.(m)

Pos terkait