Pemnag Berdayakan Masyarakat Buat 9.000 Masker Gratis

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Limapuluh Kota, kcekdata.com — Anggaran Covid-19 disiasati agar bisa menyentuh masyarkat lewat pemberdayaan pembuatan masker. Sedikitnya 9.000 pieces masker berhasil dibuat anak nagari dan dibagikan secara gratis untuk masyarakat.

Anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2020 itu, menjadi bagian penting upaya ketahanan ekonomi bagi masyarakat selain Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang diberikan secara bertahap oleh pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Para pengrajin dan warga yang berprofesi sebagai penjahit, kebagian pekerjaan pembuatan 9.000 masker. Kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat sembari mensosialisasikan Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) sesuai protokol kesehatan putus rantai tular Covid-19,”ungkap Penjabat (pj) Walinagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang ( Sitapa),Trisna didampingi, Sekretaris, Herry Wanda, Selasa(6/10).

Disebutkan Seknag, program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor S.2294/HM.01.03/VIII/2020 tentang Gerakan Setengah Miliar Masker untuk Desa Aman Covid–19,”Semua desa dan nagari, seharusnya memiliki program yang sama seperti yang dilakukan di Sitapa, sebab ini arahan pemerintah,” sebut pria yang biasa disapa Wanda ini.

Masker kain dijahit, kata Herry Wanda, dijahit oleh penjahit yang ada dinagari. Pengadaan masker menggunakan anggaran Dana Desa (DD) yang berjumlah lebih kurang Rp 59 juta dan belum termasuk ppn” Awalnya dulu sebelum terbit SE dibuat sebanyak 2 ribu buah masker kemudian ditambah setelah terbitnya SE sebanyak 7 ribu masker lagi. Dikerjakan oleh 16 orang tukang jahit yang ada dinagari,” tambah Sekretaris Nagari Sitapa, Herry Wanda, kemarin.

Terlihat relawan nagari membagikan masker kepada masyarakat. Namun kesadaran untuk hidup di era baru saat pandemi, sepertinya belum menjadi kesadaran bersama. Sebab masih belum banyak masyarakat menerapkan gaya hidup bermasker dititik-titik keramaian di nagari.

“Masyarakat menganggap, Korona tidak jadi ancaman menakutkan. Lihat saja, diwarung kopi, pusat permainan masyarakat hingga saat ada keramaian seperti melayat hingga pesta pernikahan, akan sulit terlihat benar-benar diterapkan protokol kesehatan secara maksimal,” ucap Gindo salah seorang warga Limapuluh Kota.

Sehingga tidak cukup sekedar melengkapi kebutuhan masker, namun kata, Gindo, hal yang paling penting sebenarnya memberikan kesadaran bersama sebagai langkah saling menghindari bahaya.

“Jika masyarakat sadar petingnya menerapkan protokol kesehatan, masker dan jarak sebenarnya tidak sulit dilakukan,” pungkas warga ini mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat untuk saling memberi penyadaran secara bersama, selain penerapan aturan tegas oleh pemerintah.(*)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia