Curah Hujan Tinggi, Limapuluh Kota di Terjang Bencana

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Longsor, Jembatan Rusak dan Jalan Terban 

Limapuluh Kota, kcekdata.com — Curah hujan yang tinggi sejak Kamis (19/11) sore menyebabkan longsor, kerusakan jembatan dan irigasi di Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak.

Selain itu, curah hujan tinggi juga menyebabkan jalan terban diruas jalan kabupaten Lubuak Alai-Kotolamo, Kecamatan Kapur IX.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana yang terjadi, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta. Seperti yang dilaporkan dalam  SK Bencana,”ungkap Penjabat (Pj) Walinagari Simpangsugiran, Kecamatan Guguak, Erizulman Datuak Bijo, Jumat(20/11). 

Jembatan Simpang Sugiran (BPBD)

Mantan Walinagari Simpang Sugiran, Iswaris Chan yang juga langsung turun saat terjadi bencana, Kamis malam menyebutkan, jembatan utama penghubung nagari Simpangsugiran juga terancam putus. Sebab bagian pondasi sudah mulai miring dengan sedikit pondasi penyangga yang saat ini jadi penahan jembatan. 

“Jika kembali terjadi hujan lebat dan debit air meninggi, di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang termasuk DAS Indragiri ini, kemungkinan jembatan akan ambruk dan tak bisa lagi dilewati. Artinya akan membuat nagari Simpangsugiran terisolasi,” sebut Iswaris Chan dibenarkan Sekretaris, Ade Putra dan perangkat nagari lainnya, kemarin. 

Selain jembatan hal paling krusial dan sangat beresiko saat ini, longsor tebing pemukiman, kandang ayam milik warga dan bangunan gedung sekolah  Ex SDN 01 di Jorong Baliak. Disana juga terdapat rumah milik Teti Hamid yang terancam terban akibat luapan air dari Bondar Datuak Momat.   

Banjir luapan sugai juga merusak jaringan irigasi pertanian Rawa Munggu di Jorong Baliak, Simpangsugiran. Serta puluhan hektar sawah terendam luapan air saat terjadi banjir kemarin. 

Pemerintah Nagari Simpangsugiran dalam Surat Keputusan Walinagari nomor 13 Tahun 2020 merinci kerusakan, jembatan dengan kerugian sebesar Rp 200 juta, longsor Rp 100 juta, kerusakan irigasi Rp 100 juta dan luapan air yang merendam sawah warga dengan kerugian mencapai Rp 100 juta. 

Tekstur tanah berpasir dan dialiri sungai, membuat daerah disekitar aliran sungai sangat riskan longsor.

“Selain itu, sungai juga sangat gampang meluap akibat sedimen yang menutupi aliran sungai. Kita berharap Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWWS) V memperhatikan kondisi ini. Sebab kalau tidak salah alirannya masih termasuk DAS Indragiri,” sebut Iswaris Chan, mantan Walnag Simpangsugiran berharap. 

Usai terjadi bencana, Jumat(20/11) pagi warga melakukan gotong royong membersihkan material longsor dan memperbaiki irigasi seadanya.

Namun bongkahan-bongkahan akat pohon yang ikut hanyut terbawa arus membuat warga kesulitan, “alat berat juga sudah dikirim Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk bantu membersihkan material,” ucap mantan Walnag, Iswaris Chan yang siap turun mendampingi masyarakat.

Excavator berukuran kecil, mulai membersihkan material longsor yang menimbun aliran sungai. Iswaris Chan yang mantan walinagari, terlihat terus berada dilapangan memonitor upaya pembersihan material, Jumat sore. 

Peristiwa bencana tersebut dibenarkan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL), Rahmadinol.

“Kita sudah sampaikan pesan bencana ke Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota. Alat berat untuk membantu warga membersihkan material longsor sudah dikirim,”ucap Rahmadinol yang juga Manager Pusdalops BPBD ini sembari mengirimkan foto-foto kondisi pasca bencana Simpangsugiran. 

Tidak hanya di Kecamatan Guguak, jalan penghubung antar nagari di Kecamatan Kapur IX juga terban akibat hujan lebat.”Jalan kabupaten penghubung Nagari Lubuakalai dan Kotolamo juga mengalami terban.

Sebagian badan jalan terbawa terban. Kita berharap warga selalu waspada bencana menyusul fenomena Lanina yang diprediksi BMKG hingga Juni mendatang,”pungkas Rahmadinol.(h)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia