Pertanyakan, Keterbatasan Anggaran, Monopoli Hasil Pertanian hingga Peningkatan Ekonomi

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Memiliki program unggulan masing-masing pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, kian yakin mampu mewujudkan mimpi membangun daerah jadi lebih baik. Meski kompleksitas persoalan bakal menjadi tantangan yang harus dituntaskan, Seperti apakah gambaran debat kandidat Cabup Limapuluh Kota?

kcekdata.com — Limapuluh Kota

Bacaan Lainnya

Sorak pendukung masing-masing kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati, selingi suara tiupan angin di kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak, Kecamatan Harau, Sabtu(28/11) malam. Kantor yang biasanya sepi usai jam kantor, terlihat semarak ketika debat kandidat digelar di Aula lantai II kantor bupati.

Memahami kondisi daerah, kebutuhan masyarakat dan potensi yang perlu digarap untuk dikembangkan, sudah dirangkum dalam untaian poin-poin dalam visi-misi Empat paslon yang bakal bersaing merebut hati rakyat. Semua pasangan kandidat, memiliki tujuan sama, mengatasi persoalan yang ada untuk mewujudkan Limapuluh Kota lebih baik dalam segala hal.

Lantas apa saja persoalan, kendala tantangan yang akan dihadapi saat mewujudkan mimpi, tentu tak boleh dikesampingkan. Sebab medan berat dengan pengenalan lewat pengalaman dan mendalami setiap detil persoalan menjadi sesuatu yang paling mendasar agar program yang ditawarkan relevan dan benar dibutuhkan Limapuluh Kota.

Mengangkat tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, paslon paparkan visi-misi sesuai tema dengan waktu tiga menit pada segmen Pertama. Dipimpin Moderator,Charles Simabura yang akademisi sekaligus penggiat Pusat Studi Konstitusi ini, paslon paparkan uraian singkat, visi, misi dan program kerja secara umum.

Paslon nomor urut 3, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo-Riki Kurniawan Nakasri dengan singkatan Safarai, menjadi paslon pertama yang mendapatkan kesempatan pertama memaparkan visi-misi sesuai tema pada debat publik Cabup-Cawabup Limapuluh Kota, Sabtu malam.

“Sesuai dengan slogan membangun Limapuluh Kota Madani, Adat Basandi Syarak’ Syarak’ basandi Kitabullah, dalam peningkatan ekonomi, kita miliki visi mendorong sektor ril lokal dan regional, mebjadikan nagari poros pembangunan dan membangun infrastruktur untuk masyarakat,”sebut Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.

Kemudian dalam program yang akan menjadi misi pasangan nomor urut 3 dengan singkatan Safari ini, rencanakan akan membuka lahan tidur untuk pertanian pada awal kepemimpinan, sebagi upaya pengembangan usaha pertanian.

“Selain itu membangun kesempatan untuk pengusaha pemula dengan memfasilitasi bimbingan dan pelatihan serta membangun Limapuluh Kota dari pinggir,”Safaruddin singkat, disaksikan tim pakar, Komisioner KPU dan Bawaslu serta sejumlah wartawan.

Tiga menit pemaparan itu, kemudian dilanjutkan paslon nomor urut 4, Ferizal Ridwan-Nurkholis. Calon Bupati pasangan independen ini, lebih memilih diam dengan menyerahkan paparan kepada Calon Wakil Bupati, Nukhalis.

Paslon ini, memaparkan mulai dengan membawahi slogan “Independen Berhutang Pada Rakyat”, dengan mewujudkan masyarakat madani, melaui peningkatan ekonomi masyarakat dan sumber daya manusia dengan pola masyarakat beradat, beragama dan gotong royong demi keberkahan Limapuluh Kota.

Paslon dengan singkatan FN ini memaparkan mimpi untuk reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang prima melalui “Limapuluh Kota Tuntas”. “Limapuluh Kota tuntas adalah Santun dan Pantas, mewujudkan Limapuluh Kota berkah melalui, kesejahteraan gharim, beasiswa tahfiz, entaskan kemiskinan berbasis kaum, beasiswa bagi pelajar negeri dan swasta perhatian untuk sekolah agama dan umum, harmonis rantau dan ranah, pembenahan IKK, puskesmas rawat inap hingga pariwisata,”papar Cawabup Independen, Nurkhalis.

Usai paslon nomor urut 4, kesempatan sesuai pengundian yang dilakukan, memberikan kesempatan kepada pasangan calon, Darman Sahladi-Maskar Musdar M Datuak Pobo. Paslon ini mampu menggunakan waktu dengan membagi paparan Cabub dan Cawabup.

Paslon dengan slogan Nagari Maju Limapuluh Kota Bermartabat itu, memaparkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membangun kawasan strategis, potensi dan unggulan nagari sesuai potensi.”Kita memiliki empat unggulan untuk ptogram pembangunan ekonomi dan kesejahteraan, Limapuluh Kota (Liko), Liko Akses, berdaya, berwibawa dan bersama,”terang Cabup Darman Sahladi.

Kemudian empat poin itu dipaparkan, Maskar M Datuak Pobo. Limapuluh Kota Akses,”Bagaimana kita nanti akan memperbaiki seluruh akses, mulai dari jalan dan jembatan, listrik, air bersih hingga jaringan komunikasi,”terang Maskar.

Kemudian pada Liko Berdaya, Maskar M Datuak Pobo menyampaikan, akan mengalokasikan anggaran untuk BUMNag sesuai produk unggulan nagari, kartu tani untuk kepastian pupuk bersubsidi, kesejahteraan petani, tanam, petik, olah kemas dan jual serta mengembangkan UMKM.

“Kita juga berkomitmen untuk pentaan wajah Liko melalui Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, ruang publik representatif hingga mitigasi bencana. Kemudian “Liko Bersama” artinya, memberdayakan pemuda, perantau dan juga regulasi pro rakyat, bela beli produk Limapuluh Kota

Kemudian paslon nomor urut 1, Muhammad Rahmad-Asyirwan Yunus dalam pemaparan visi misinya, juga menyampaikan secara singkat. Pasangan dengan singkatan MR.AY ini, memiliki sederet program-program unggulan untuk Limapuluh Kota.

Hal yang berbeda dengan pasangan kandidat lainnya, Muhammad Rahmat ingin mewujudkan, ekonomi syariah untuk masyarakat Limapuluh Kota. Menyediakan bantua tanpa bunga untuk petani dan UMKM.”Gratis biaya sekolah, pembenahan sara pendidikan, pembenahan IKK, tingkatkan PAD lewat sektor pertanian dan pariwisata, serta struktur ekonomi produktif hingga pemerataan infrastruktur berkeadilan,”ucap Muhammad Rahmat.

Paslon Jawab Pertanyaan Tim Pakar

Tim pakar yang terdiri dari, Rusdi Lubis dan Sudirman serta Moderator Charles Simabura sebagai moderator mempertanyakan beberapa hal mendasar kepada para kandidat sesuai visi misi yang telah dimuat. Kesempatan pertama pertanyaan terkait keterbatasan anggaran dan upaya antisipasi kondisi Limapukuh Kota yang rawan bencana.

Pertanyaan itu dilontarkan untuk Paslon Independen Ferizal Ridwan-Nurkhalis. Pertanyaan untuk pasangan nomor urut 4 ini, dijawab langsung Ferizal Ridwan.,”Terkait keterbatasan anggaran, harus disiasati dengan, menggaet anggaran provinsi dan pusat dengan kompensasi terhadap hak-hak kepahlawanan. Kemudian pemanfaatan APBD sesuai kebutuhan prioritas,”jawab Ferizal Ridwan.

Selanjutnya pertanyaan bagaimana mengatasi monopoli produk pertanian hingga rugikan petani di Limapuluh Kota, ditujukan untuk pasangan M Rahmad Asyirwan Yunus. Paslon ini menjawab pertanyaan tim pakar sesuai visi misinya yang disampaikan Cabup, M Rahmad.

“Kita akan bangun pasar induk komoditi pertanian, sediakan transportasi, hingga petakan potensi pertanian masing-masing nagari untuk dibantu bibit, pupuk hingga pemasaran. Sementara untuk pemasaran dibangun kerjasama antar daerah dengan pemetaan kebutuhan dan pasar,”sebut M Rahmad percaya diri.

Sementara paslon Darman Sahladi- Maskar M Datuak Pobo kebagian pertanyaan bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat Limapuluh Kota yang masih rendah dengan masih minimnya tingkat konsumsi yang hanya berkisar diangka Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta saja.

Peningkatan ekonomi masyarakat, kata Darman Sahladi, bisa dilakukan dengan pemetaan kawasan strategis dengan pontensi yang dimiliki. Misalnya Kototinggi dengan potensi sebagai wisata sejarah ditambah monas Bela Negara akan menjadi pusat kunjungan masyarakat yang harus dimaksimalkan.

“Kemudian kawasan dilereng gunung Sago untuk dikembangkan lebih baik sebagai agro tourism. Selanjutnya produk unggulan pertanian, seperti jeruk dan gambir sesuai program, petik olah, kemas dan jual ditangan petani,”jelas Darman Sahladi.

Pertanyaan terakhir ditujukan tim pakar untuk paslon Safari nomor urut 3. Cabup Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dihadapkan pada pertanyaan bagaimana struktur gagasan paslon ini untuk kawasan Ibu Kota Kabupaten Sarilamak.

Pertanyaan dijawab, Cawabup, M Rizki Kurniawan Nakasri dengan menjelaskan struktur gagasannya terkait IKK Sarilamak. Menurut M Rizki, perlu perlakuan khusus untuk IKK Sarilamak.

Kedepan seharusnya, kata M Rizki, Sarilamak menjadi pusat pemerintahan yang representatif sebagai ibu kota kabupaten. Akses jalan yang luas dengan dua jalur misalnya. Tentu sebelumya perlu regulasi yang jelas terkait tata ruang wilayah melalui regulasi RTRW, RDTR hingga regulasi yang lebih khusus.

“Semua itu perlu perangkat daerah yang mengurus secara khusus semisal OPD Dinas Tata Kota, bahkan dibutuhkan pembentukan pemerintah daerah seperti kelurahan, bukan nagari,”pungkas M Rizki.(mj)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia