Ironi Keluarga Miskin yang Terbaring Lemah Butuh Biaya Pengobatan

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tak Punya BPJS, Tak Punya Biaya Operasi

Hartati, 45, salah seorang warga miskin di Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, terbaring tak berdaya melawan penyakit yang dideritannya. Sebab tak ada biaya untuk pengobatan dan juga tak kebagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Peserta Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS.

Kcekdata.com — Limapuluh Kota

Bacaan Lainnya

Perutnya membesar, wajahnya pucat, begitu derita yang dialami Hartati, 45, keluarga miskin yang hanya bisa berdoa agar mendapat keringanan untuk biaya pengobatannya. Divonis menderita penyakit lambung cukup parah, Hartati yang hanya menggantungkan ekonomi pada gaji buruh tani sang Suami, menolak untuk dirawat di rumah sakit.

Bahkan disarankan dokter untuk segera dioperasi. Namun apa hendak dikata, jangankan untuk kebutuhan biaya operasi dan rawat inap di rumah sakit, penghasilan suami sebagai buruh tani hanya cukup untuk makan.”Suami awak hanyo petani nyo, tantu biaya barubek maha apolai untuak operasi,”keluh Hartati kepada kcekdat.com, Jumat(5/3) sore.

Anehnya, Suami maupun anaknya terdaftar sebagai peserta PBI JKN BPJS. Sementara dirinya, yang kini terserang penyakit cukup parah tak terdaftar. Menjadi pertanyaan besar bagi keluarga ini, kenapa ketika satu keluarga dikategorikan layak mendapatkan bantuan BPJS atau PBI, salah satu anggota luput.

“Mungkin ada kesalahan memasukkan data saja, sebab kami sekeluarga memang tak mampu. Rasanya tak mungkin, jika suami dan anak saya dikategorikan layak dibantu, saya sebagai ibu rumah tangga, tentunya juga bagian dari keluarga ini yang tak mampu juga,”keluh Hartati.

Menurut Hartati, anak dan suaminya sudah datang ke kantor Walinagari Sitapa agar persoalan yang tengah dihadapinya mendapatkan solusi. Hanya saja, Pemerintah Nagari Sitapa, tak bisa berbuat banyak. Sebab data penerima JKN KIS atau peserta penerima bantuan iuran tak gampang untuk dirubah.

“Apa lagi yang harus saya lakukan, kamintak tau harus berbuat apa lagi. Biaya tak punya BPJS juga tak ada,”ucap Hartati yang berharap ada keajaiban dan penyakit yang dideritanya bisa diangkat oleh yang maha kuasa.

Humas Cabang BPJS Kesehatan Payakumbuh, Rahmad mengatakan, warga penerima bantuan PBI JKN BPJS, diusulkan melalui survey Tenaga Kerja Sosial Kemasyarakatan (TKSK), kemudian diteruskan ke pemerintah nagari dan Dinas Sosial.”Jika benar ada warga yang membutuhkan tak kebagian, kemungkinan memang tidak terdata. Lagi pula, peserta PBI memang tak harus satu keluarga,”ucap Rahmad.

Menanggapi keluhan yang disampaikan warganya, Walinagari Sitapa, Nofrizal dan Sekretaris Nagari, Herry Wanda akan cek daftar penerima bantuan BPJS,”Kita akan cek lagi datanya, jika tidak terdaftar. Tentunya kita akan usulkan untuk keluarga ini sebagai penerima, jika terdaftar dan masuk data DTKS. Kita berharap warga yang membutuhkan ini bisa dibantu. Kita akan upayakan,”ucap Herry Wanda, kemarin.(***)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia