Jembatan Tuak Amat Nagari Simpangsugiran Hanyut

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Dua Orang Sempat Terseret Arus

Limaluluh Kota, kcekdata.com — Hujan lebat yang mengguyur Limapuluh Kota, sepanjang sore, Sabtu(14/2), akibatkan jembatan Tuak Amat, Jorong Sawahliek, Nagari Simpangsugiran, Kecamatan Guguak, hanyut. Selain jembatan disamping kantor walnag itu, dua orang warga sempat terseret arus.

“Peristiwa terjadi, Sabtu malam saat hujan lebat mengguyur Simpangsugiran. Jembatan yang menjadi akses utama nagari ini, hanyut terbawa arus sungai. Tak satupun kendaraan bisa melewati jalan ini. Artinya akses transportasi terputus total menuju dan dari Simpangsugiran,”ucap salah seorang warga yang juga mantan Walinagari Simpang Sugiran, Iswaris Chan, Minggu(13/3) pagi.

Bacaan Lainnya

Warga yang butuh akses ke Kota Payakumbuh atau Kabupaten Limapuluh Kota, harus melewati jalan melingkar ke Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru. Meski harus memutar jauh dengan jarak tempuh yang lama, hanya itu akses satu-satunya yang bisa dimanfaatkan masyarakat saat ini.

“Alhamdulillah, pagi ini (kemarin, red) Bupati Lumapulubl Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Wakil Bupati, Rizki Kurniawan bersama instansi terkait sudah meninjau lokasi bencana, semoga segera dilakukan tindakan tanggap darurat dan akses jembatan sementara bisa dibangun,”harap mantan Walnag, Iswaris Chan.

Hal itu dibenarkan,Penjabat (pj) Walnag Simpangsugiran, Erizulman Datuak Bijo. Kejadian yang menyebabkan jembatan terputus, juga sempat menyeret dua orang warga yang kebetulan berada dilokasi saat debit air memuncak.”Beruntung, bisa diselamatkan. Kedua orang warga hanya menderita luka-luka lecet saja,”sebut Eri Zulman.

Warga yang sempat terseret arus itu, Jon Kenedi dan Widia Novalia, ketika itu sedang melihat kondisi air yang kemungkinan merusak kola ikan dan warung kopi. Namun terpeleset dan terseret beberapa meter, sebelum akhirnya bisa diselamatkan warga.”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun jembatan memang rusak total. Kita bersama warga, BPBD, TNI dan Polri melakukan gotong royong bersama membangun jembatan darurat,”ucap Eri Zulman, kemarin.

Jembatan darurat dari kayu sudah berhasil dibuat, namun hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda dua, akan dialihkan menuju Kecamatan Akabiluru dengan waktu dan jarak tempuh yang cukup jauh,” ya sekitar satu jam berkendara, jika memutar ke Nagari Suayan, Nagari Batuampa untuk ke Kota Payakumbuh,”tambah Pj Walnag.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol menyampaikan, ambruknya jembatan batang air Datuak Amat tersebut, diakibatkan hujan deras dengan debit air yang tinggi. Selain itu jembatan diperkirakan sudah dibangun sebelum indonesia merdeka.”Jembatan menurut informasi warga dibangun sekitar tahun 1940-an. Luapan air sungai Datuak Amat memutus jembatan yang menjadi akses transportasi dari Simpangsugiran ke Nagari Suayan. Kejadian sekitar pukul 20.00 WIB,”ucap Kalaksa.

Melihat kondisi bencana yang terjadi, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan langsung menyambangi lokasi bencana bersama, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso dan Komandan Kodim 0406 / 50 Kota, Lerkol Kav Ferry Lahe.

Melihat bencana yang terjadi, Bupati dan Wakil Bupati mengatakan, musibah ini tentu tidak diharapkan terjadi, tapi semua itu perlu disikapi. “Ketika masyarakat kesulitan kita harus hadir untuk membantu kesulitan masyarakat itu.Tentu ini dapat dilaksnakan dengan kebersamaan, keterlibatan semua unsur, seperti kami yang hadir ini memberikan suport dan mencarikan solusi utk masyarakat,”ujar Safarudin

Kemudian berkaitan dengan runtuhnya jembatan yang menganggu akses ekonomi dan terisolasinya masyarakat yang berada di dua jorong di Nagari Simpangsugiran, bupati menginstruksika agar cepat ditangani.
“Saya tidak mau belama-lama utk perbaikan jembatan ini, saya tunggu opd terkait dalam dua hari ini untuk menyikapi langkah-langkah yang akan dilaksnakan sesuai aturan hukum dan mekanisme yang ada. Supaya masyarakat kita tidak terdampak lebih parah lagi,”tegas Bupati.

Kedapan kita yang namanya untuk masyarakat harus di dahulukan ,karena kita bekerja untuk melayani masyarakat,tapi walaupun begitu masyarakat tidak boleh cegeng dalam melaks akan kehidupan sehari hari,berusaha dan bekerjalah sesuai bidang kita masing untuk kehidupan anak istri kita.ujar bupati

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir menambahkan, jembatan yang ambruk ini tentu akan ditindak lanjuti sesuai mekanisme dan aturan yang ada.”Tadi sudah tegas disampaikan bupati untuk segera di tindak lanjuti, besok Senin (15/3) akan kita laksnakan rapat tindak lanjut dan aksi lapangan perbaikan jembatan tersebut,”ucap Kalaksa BPBD.

Upata tanggap darurat, sudah dilakukan pembuatan jembatan sementara.”Tadi kita melaksanakan kegiatan membuat jembatan darurat. Alhamdulilah sudah dapat dilalui kendaran roda dua, tepat jam 12.15 WIB Minggu, dengan ukuran 2 x 6 meter sudah dapat dilalui kendraan roda dua,”tukas Rahmadinol.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman bersama Kepala Bidang Binamarga, Rilza Hanif mengatakan, ada beberapa opsi dilapangan untuk atasi masalah pasca musibah putusnya jembatan. Termasuk peminjaman jembatan Balley di Denzipur Padang Mangateh dan Dinas PUPR Provinsi Sumbar.

“Besok kita akan rapat teknis penanggulangan bencana jembatan putus di Simpangsugiran dengan membawa sejumlah opsi. Tentunya akan dilihat mekanisme aturan dan ketersediaan anggaran,”ucap Kadis PUPR, Yunire Yunirman bersama Kabid BM, Rilza Hanif, kemarin.(m)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia