Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Sungai

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Evakuasi : Polres Limapuluh Kota, evakuasi jenazah mahasiswa yang ditemukan meninggal, Senin(15/3) dini hari.

Limapuluh Kota, kcekdata.com–Seorang mahasiswa ditemukan meninggal didasar sungai, usai puluhan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Sumatera Barat (UMSB) kampus Bukittinggi, melaksanakan camping dikawasan Padangtarok, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Limapuluh, Senin(15/3) dini hari. 

Kabar mengejutkan itu berawal ketika, salah seorang mahasiwa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang tak ditemukan panitia Kemah Bakti Mahasiswa Sipil (KBMS) saat absensi setibanya dikampus, Minggu(14/3) sorel Saat dipanggil Nama Mulia Firdaus tidak ada sahutan. Mahasiswa Fakultas Teknik Semester I itu, tak berada dalam rombongan peserta camping. 

Bacaan Lainnya

“Kita mendapatkan informasi, Senin(15/3) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB penemuan jenazah seorang laki-laki didasar sungai kecil, kawasan Aieluluh, Jorong Padangtarok, Nagari Harau, Kecamatan, Harau,”ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kabag Ops, Kompol Rudi Munanda, Senin pagi. 

Korban bernama, Mulia Firdaus yang beralamat, Matoaia, Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Kabupaten Agam, ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian bersama panitia kemah bakti, Minggu (14/3)  sekitar pukul 23.00 WIB. Korban ditemukan sudah terbujur kaku di dasar sungai. 

Sebelumnya sebanyak 84 orang mahasiswa UMSB melaksakan kemah bakti sejak, Jumat(12/3) hingga Minggu(14/3). Mahasiswa yang melakukan kemah selama tiga hari itu, Minggu (14/3) berkemas untuk pulang dengan menaikkan seluruh barang-barang yang ada dilokasi kedalam 3 unit bus yang menjadi alat transportasi. 

“Merasa tidak ada lagi mahasiswa yang tertinggal, panitia mulai berangkat ke Bukittinggi. Sayangnya memang tak dilakukan absesnsi dilokasi sebelum berangkat meninggalkan lokasi kemah. Barulah absensi dilakukan di kampus UMSB, Bypass,  Kota Bukittinggi. Disana diketahui salah seorang mahasiswa tak ditemukan bersama rombongan,”terang Wakil Rektor UMSB, Mochamad Abdi didampingi Wakil Dekan Fakultas Teknik, Senin(15/3) di Payakumbuh. 

Panitia menjadi cemas, sebab salah seorang mahasiswa tak ditemukan. Sementara ponsel dan tas milik korban, diketahui sudah berada didalam bus transportasi. Sehingga diambil inisiatif dan diperintahkan pihak kampus, panitia kembali ke Nagari Harau untuk mencari keberadaan korban. 

“Bersama dengan warga, panitia melakukan pencarian dan ditemukan korban didasar Sungai dalam kondisi sudah tak bernyawa. Kemudian panitia melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Harau. Kemudian polisi melakukan evakuasi terhadap korban ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh,”ungkap Wakil Rektor UMSB, M Abdi, kemarin. 

Kemudian pihak kampus menghubungi keluarga untuk memberitahukan peristiwa.”Kita dari pihak kampus sudah menemui keluarga duka di Tilatangkamang, Kabupaten Agam. Seperti biasanya, kita di UMSB selalu ingatkan, dalam kemah bakti mahasiswa tidak ada tindak kekerasan atau penganiayaan. Berdasarkan ciri-ciri fisik tidak ada tanda-tanda kekerasan,”ucap Wakil Rektor. 

Kendati demikian Polres Payakumbuh meminta keterangan kepada Enam orang panitia Kemah Bakti. Mahasiswa yang menjadi panitia memberikan keterangan sejak pagi hingg siang di Mapolres Limapuluh Kota, Ketinggian, Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin(15/3). 

Terpisah, Walinagari Harau, Syukriandi membenarkan peristiwa penemuan mahasiswa yang ditemukan meninggal tersebut. Menurut Walinagari, kejadian cukup membuat gempar warga. Sebab korban ditemukan meninggal disungai yang hanya dengan kedalaman sekitar Satu meter saja dan arusnya juga tak deras. 

“Jika dikatakan meninggal tenggelam karena tak bisa berenang, rasanya jika kedalaman Satu meter tak mungkin juga tenggelam,”ucap Walnag Harau, Senin kemarin.(tim)

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia