Tak Punya Biaya dan BPJS, Hartati Akhirnya Bisa Berobat

  • Whatsapp
Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra dan Kepala Dinas Sosial, Harmen mendatangi rumah, Hartati, warga miskin yang tengah sakit dan butuh biaya pengobatan, Selasa(9/3).Tak Punya Biaya dan BPJS, Hartati Beruntung Bisa Berobat.
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ketua DPRD dan Kadissos Carikan Solusi

Limapuluh Kota, kcekdata.com — Derita penyakit yang butuh tindakan medis, Hartati, 45, tak mampu berbuat banyak, sebab tak punya biaya dan juga tak terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS. Mengetahui informasi tersebut, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra dan Kepala Dinas Sosial (Kadissos), Harmen langsung mendatangi rumah warga di Jorong di Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Selasa(9/3).

Seperti diinfokan kcekdata.com , Minggu, 7 Maret 2021, Hartati seorang ibu rumah tangga dari keluarga miskin di Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, meringkuk berjuang melawan penyakit yang dideritanya, minim bantuan medis. Sebab terkendala biaya berobat, akibat tak miliki kartu JKN BPJS.

Bacaan Lainnya

“Kita sangat prihatin dan merasa warga yang dalam kesulitan seperti ini, butuh perhatian pemerintah. Sebab ada persoalan berat yang tengah dihadapi. Kita bersama Kadissos, Dinkes dan pihak RSUD Achmad Darwis, coba carikan solusinya,”ungkap Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, saat mengunjungi rumah Hartati, Selasa(9/3) siang.

Meski hidup pas-pasan dengan mata pencaharian suami sebagai buruh tani, namun keluarga ini luput dari pendataan sebagai salah satu keluarga miskin atau tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga tak mendapatkan bantuan pemerintah untuk keluarga kurang mampu. Begitu juga dengan penerima bantuan iuran(PBI) JKN BPJS dari pemerintah pusat maupun daerah.

Meski luput dari data DTKS, namun suami dan anak-anak Hartati memiliki kartu BPJS. Disini menjadi aneh, sebab satu keluarga memiliki kartu, namun ibunya tidak. Padahal saat ini, Hartati sangat membutuhkan biaya pengobatan penyakit lambung yang dideritanya.

“Artinya, sang Ibu harus dibantu untuk meringankan beban biayanya. Kita berharap bisa masuk data DTKS agar keluarga ini bisa dapatkan bantuan, khusus untuk bisa segera menjadi peserta BPJS Kesehatan. Karena sangat butuh tanggungan biaya pengobatan secepatnya,”tambah Ketua DPRD dihadapan Kadissos, Harmen dan Walinagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, kemarin.

Hanya saja untuk bisa masuk sebagai salah satu warga yang terdaftar dalam DTKS tidak bisa dengan cepat. Sebab pengusulan baru hanya bisa dilakukan setiap Enam bulan sekali dalam satu tahun. Artinya membutuhkan waktu cukup lama menunggu untuk bisa terdaftar.”Sementara Ibu Hartati ini, butuh tanggungan atau jaminan biaya pengobatan segera untuk penyakit yang sudah dideritanya sejak Dua bulan lalu,”tambah Kadissos menambahkan.

Sudah mencoba koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, ternyata kuota untuk bisa memanfaatkan peluang mendapatkan kartu BPJS Kesehatan sebagai peserta PBI, juga tak mungkin. Sebab hanya bisa dirubah dengan cara menggantikan peserta yang terdaftar dan sudah meninggal dunia.

“Kepesertaan BPJS dalam program Jamkesda, hanya bisa diganti bagi pesertanya yang sudah meninggal dunia. Sehingga tentu butuh waktu lama juga. Namun masih ada peluang kita untuk mencoba koordinasikan dengan RSUD Achmad Darwis, Suliki, semoga bisa menggunakan dana kemitraan untuk tanggungan biayanya,”saran Kadissos.

Menanggapi apa yang disampaikan Kadissos, Ketua DPRD langsung menghubungi Direktur RSUD Achmad Darwis untuk mengkoordinasikan peluang mendapatkan anggaran program kemitraan tersebut.”Alhamdulillah, bisa. Besok dengan bekal surat keterangan tidak mampu dari Walinagari, langsung datang ke RSUD Achmad Darwis Suliki,”ucap Deni Asra dianggukkan Hartati dan Walinagari, Nofrizal.

Hartati, sangat bersyukur akhirnya bisa berobat segera. Karena sudah lama menderita tanpa pengobatan, Hartati akan segera pergi kerumah sakit diantar anak dan suaminya.”Alhamdulillah, terimakasih atas bantuan bapak-bapak semua. Saya tidak menyangka akan bisa berobat kerumah sakit, karena tak ada biaya ini,”ucap Hartati haru.

Walinagari Sitapa, Nofrizal akan segera buatkan surat keterangan tidak mampu untuk Hartati.”Besok pagi sebelum pergi ke rumah sakit, singgah sebentar di kantor walinagari untuk mengambil surat keterangan tidak mampu. Kita akan siapkan segera,”ucap Nofrizal.

Nofrizal juga sangat berterimakasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah kabupaten serta Ketua DPRD yang telah membantu berikan solusi untuk warganya.”Semoga kepedulian dan bantuan untuk Hartati, menjadi keringan bagi keluarga untuk kesembuhan. Semebtara kita berdoa agar jadi amal ibadah bagi Bapak Kadissos dan Ketua DPRD yang telah membantu carikan solusinya, amiiin,”ucap Walnag Sitapa.(m)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia