Ternak Warga Dimangsa Satwa Liar

  • Whatsapp
Foto : BKSDA Resort Limapuluh Kota bersama warga saat memasang perangkap.
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Diduga Macan, BKSDA Pasang Perangkap

Limapuluh Kota, kcekdata.com — Warga mulai cemas, seba bsejak dua hari terakhir, Lima ekor Kambing di kawasan perkebunan warga di Atehpadang, Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, dimangsa satwa liar atau binatang buas, Rabu(3/3) dan Kamis (4/3) malam.

“Iyo, kambiang wak mati antah a nan mamakan, lihianyo luko sebagian dagiang dibagian lihianyo bantuak dimakan hewan buas,”ucap Nabil, 20, pemilik kambing yang dimangsa , Kamis(4/3)sore.

Bacaan Lainnya

Pemilik ternak yang mati selama dua malam berturut-turut itu, melaporkan kejadian tersebut ke aparatur nagari dan ditindak lanjuti hingga Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Limapuluh Kota. Petugas BKSDA langsung mendatangi lokasi dan memastikan ada satwa liar yang menjadi pemangsa Kambing warga.

“Memang Kambing warga dimangsa satwa liar. Sebab terlihat dari sejumlah petunjuk dilokasi, termasuk jejak kaki yang ditinggalkan dan bekas luka pada ternak warga. Dugaan sementara kita bersama kawan-kawan dilapangan, kemungkinan Macan Dahan (Nebulosa Diardi). Sebab jika Anjing, menerkam tidak dibagian leher hewan buruan,”ucap Kepala BKSDA, Resort Limapuluh Kota, Martias saat dihububgi via telepon genggamnya, kemarin.

Foto : Ternak warga yang jadi mangsa satwa liar

Walinagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa), Nofrizal bersama Sekretaris Nagari, Herry Wanda dan Kepala Urusan Perencanaan, Pino Yuanda mendanpingi BKSDA bersama warga untuk memasang perangkap dan kamera trap untuk mengintai keberadaan satwa liar yang nengancam ternak warga.

Tim BKSDA, Edi Susilo, Firdaus, Hafizzurahman dan Hary Wahyudi, bersama warga memasang perangkap berupa kerengkeng besi. Sementara kamera pengintai juga dipasang untuk memastikan keberadaan hewan buas.

“Jika dilihat dari kondisi alam, perkebunan warga dengan hutan rimba dengan dikelilingi pohon bambu yang cukup lebat sangat memungkinkan sebagai tempat bersembunyi dan berburu bagi prmangsa sejenis macan dahan,”terang Polisi Kehutanan BKSDA disela-sela pemasangan perangkap.

Foto : BKSDA dibantu oleh masyarakat dalam pemasangan perangkap

Kawasan perkebunan warga di Atehpadang, hanya berjarak sekitar 1 kilometer ke arah Barat dari pemukiman warga. Namun berada tepat dikawasan hutan dipinggir gunung Sago. Sehingga sangat memungkinkan menjadi tempat bersembunyi dan jadi habitat sejumlah satwa liar.

Bahkan sebelumnya, di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan Gunung Sago ini, menurut warga, Beruang Madu juga pernah tersesat masuk kedalam pemukiman warga dan merusak penampung air nira petani. Sebab air nira menjadi salah satu kesukaan jenis hewan bercakar bertubuh gempal tersebut.

“Jika dari segi pembukaan lahan yang ada, sepertinya tak terlalu berpengaruh. Namun semakin berkurangnya populasi hewan yang jadi mangsa akibat aktifitas berburu, bisa jadi sebagai penyebab satwa liar mulai berburu hingga mendekati pemukiman warga,”tambah Firdaus.

Ditambahkan Kepala BKSDA Resort Limapuluh Kota, Martias, masyarakat diminta bisa membantu untuk mengintai dari jauah keberadaan perangkap dan hewan buas.”Setiap perkembangan dari masyarakat atau dari kamera pengintai akan menjadi bahan evaluasi dalam proses penangkapan.

Semoga ini bisa berhasil dan satwa liar bisa ditankap dan dilepas liarkan jauh dari pemukiman warga. Sehinga tak lagi menggangu ternak,”pungkas Martias.(*)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia