Ironi Warga Miskin yang Terpaksa Pasrah Ketika Digerogoti Penyakit Parah

  • Whatsapp
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

BPJS tak Berlaku, Anton Pasrah hingga Alami Buta Mendadak

Duka keluarga miskin di Jorong Madangkadok, Nagari Sungaikamuyang, Kecamatan Luak, Anton Wijaya yang terpaksa pasrah digerogoti penyakit. Sebab saat dibutuhkan kartu JKN BPJS bantuan pemerintah miliknya tak lagi aktif. Sekarang tiba-tiba kedua matanya tak bisa melihat.

Kecekdata.com –Limapuluh Kota

Bacaan Lainnya

Jangankan untuk berobat, biaya hidup sehari-hari tak sanggup dipenuhi ayah tiga orang anak ini. Pasrah tak sanggup berbuat banyak, akses informasi kesehatan bagi keluarga sangat sederhana ini, sangat sulit didapat.

Miliki tiga orang anak, anak bungsunya juga alami gangguan kesehatan. Pertumbuhannya terganggu, akibat terlahir prematur. Artinya sang ibu yang sebelumnya menjadi penopang ekonomi keluarga dengan penghasilan harian buruh tani, kini tak bisa lagi, karena harus menggendong anak bungsunya yang lemah.

Beban berat keluarga miskin ini, sulit dibayangkan. Diperparah dengan kondisi si ayah yang sakit, ibu yang tak lagi bisa membantu. Sehingga hanya uluran tangan kerabat dekat dan keprihatinan tetangga menjadi penopang hidup keluarga malang ini.

Dua bulan terakhir, Anton Wijaya alami bengkak di seluruh tubuhnya, wajah hingga kaki terlihat sembab, tanaganya mulai melemah. Sehingga terpaksa hanya berbaring dirumah sederhana dilahan milik keluarga sang istri, di Jorong Madangkadok, Sungaikamuyang.

Beruntung keluarga dan kerabat dekatnya dari nagari tetangga berkunjung untuk melihat keadaannya. Ternyata, Anton sedang terbaring lemah. Hanya saja belum pergi memeriksakan diri, karena tak bisa menggunakan kartu BPJS yang dimilikinya.

Kemudian dibawa berobat ke salah satu bidan di Kota Payakumbuh. Hanya saja, setelah berobat kondisi pria paruh baya berusia 43 tahun ini, tak kunjung membaik. Bahkan sejak dua hari terakhir alami sakit kepala hebat hingga muntah-muntah, kemudian tiba-tiba matanya tak bisa lagi melihat.

“Kalam sajo pancaliak an, indak ado nampak le,”ungkap Anton Wijaya saat dibawa keluarganya ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Payakumbuh, Senin(5/4) malam.

Meski tak bisa menggunakan kartu BPJS, saudara-saudara dekat Anton terpaksa harus mendaftarkannya sebagai pasien umum. Sebab kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS yang dimilikinya tak lagi berlaku. Padahal sebelumnya keluarga miskin ini menjadi salah satu peserta bantuan iuran (PBI).

“Bapak ini merupakan peserta JKN BPJS bantuan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Namun sekarang sudah tidak terdaftar,”ungkap Rahmad, Humas Cabang BPJS Kesehatan Payakumbuh saat coba dikonfirmasi, Senin malam.

Hal ini, kata Rahmad bisa disebabkan karena ada pengurangan kuota peserta bantuan iuran BPJS Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga perlu kembali dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk mendapatkan BPJS bantuan pemerintah.

Melihat kondisi demikian, keluarga Anton Wijaya sangat menyayangkan. Sebab disaat dibutuhkan BPJS bantuan pemerintah tak bisa digunakan.”Kami hampir semua dalam kondisi ekonomi lemah, termasuk Anton Wijaya. Sayangnya ketika kami butuh, BPJS nya tak berlaku,”ungkap salah seorang keluarga Anton, Rudi, kemarin.

Biaya hidup dan biaya pengobatan tak sanggup dilakukan keluarga Anton.”Mudah-mudahan Allah bisa memberi keringanan dan mengangkat penyakit suami saya,”harap istrinnya yang biasa disapa Sici.

Jika masyarakat ingin membantu ringankan beban warga miskin yang tengah dilanda musibah ini, bisa mengubungi pihak keluarga, Rudi di nomor ponsel +62 852-6368-4866.(*)

Pos terkait

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia